KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah timnya tumbang 0-1 dari Deportivo Alavés di Estadio de Mendizorroza, Kamis (145). Kekalahan mengejutkan itu sekaligus mengubur mimpi Blaugrana menembus 100 poin di Liga Spanyol musim ini.
“Ya, saya kecewa. Tetapi kami harus menerimanya. Saya tetap melihat banyak hal positif dari tim ini,” ujar Flick seperti dikutip beIN Sports usai laga panas tersebut.
Meski gagal mempertahankan tren kemenangan, pelatih asal Jerman itu tetap memberikan pujian kepada para pemain muda Barcelona yang mendapat kesempatan tampil. Flick menegaskan rotasi besar-besaran dilakukan demi memberi menit bermain kepada pemain yang jarang turun di musim ini.
Barcelona datang ke markas Alaves dengan status juara Liga Spanyol usai kemenangan dramatis atas Real Madrid CF di El Clasico pekan lalu. Namun, euforia juara langsung runtuh setelah gol telat Ibrahim Diabate di injury time babak pertama memastikan kemenangan tuan rumah.
Dalam duel tersebut, Flick membuat delapan perubahan dari skuad utama saat menghadapi Real Madrid. Hasil pahit ini juga mengakhiri rentetan 11 kemenangan beruntun Barcelona di kompetisi domestik.
Akibat kekalahan itu, Barcelona dipastikan gagal menyentuh angka keramat 100 poin. Blaugrana kini maksimal hanya mampu finis dengan 97 poin hingga akhir musim.
Sepanjang sejarah LaLiga, rekor 100 poin hanya pernah dicapai Real Madrid CF musim 2011/12 dan Barcelona pada musim berikutnya.
Bukan cuma gagal memburu 100 poin, Flick juga gagal menyamai rekor pelatih legendaris seperti Pep Guardiola, Frank Rijkaard, dan Luis Enrique yang pernah mencatat minimal 12 kemenangan beruntun di Liga Spanyol.
Barcelona kini bersiap menuntaskan musim dengan menghadapi Real Betis sebelum bertandang ke markas Valencia CF pada laga penutup musim. (*)


