KITAINDONESIASATU.COM – Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Surabaya memunculkan perhatian serius terhadap standar kebersihan dapur penyedia makanan.
Setelah insiden tersebut, diketahui puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surabaya masih belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.
Data yang disampaikan pihak Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Surabaya menunjukkan terdapat lebih dari seratus SPPG yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Namun, sebagian besar di antaranya masih belum mengantongi sertifikat kebersihan dan sanitasi meski sudah beroperasi melayani program MBG.
Sertifikasi Sanitasi MBG Jadi Sorotan
Pihak terkait menjelaskan bahwa SPPG yang belum memiliki SLHS tetap diperbolehkan beroperasi dengan syarat tertentu.
Pengelola dapur diwajibkan segera mengurus proses sertifikasi maksimal dalam waktu yang telah ditentukan setelah operasional dimulai.
Kasus keracunan yang dialami sekitar 200 siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Bubutan membuat pengawasan terhadap dapur MBG semakin diperketat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar kebersihan, pengolahan makanan, hingga prosedur penyimpanan bahan pangan.

