KITAINDONESIASATU.COM – Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam terlibat dalam rangkaian serangan terhadap Iran di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Teheran, sebagaimana diungkap laporan The Wall Street Journal, Senin (11/5).
Salah satu target yang disebut menjadi sasaran adalah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran. Serangan yang terjadi pada awal April itu disebut berlangsung saat Presiden AS, Donald Trump, bersiap mengumumkan rencana gencatan senjata dengan Iran. Akibat serangan tersebut, terjadi kebakaran besar yang melumpuhkan operasional fasilitas minyak strategis itu.
Tak tinggal diam, Iran kemudian disebut melancarkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA dan Kuwait. Sumber lain mengklaim bahwa keterlibatan Emirat dalam konflik ini secara diam-diam mendapat respons tidak resmi dari Amerika Serikat.
Laporan yang sama juga menyebut Iran telah melancarkan ribuan serangan rudal dan drone ke negara-negara Teluk, dengan UEA menjadi salah satu target utama. Total serangan yang dilaporkan mencapai lebih dari 2.800 kali, menyebabkan kerusakan besar pada sektor ekonomi, termasuk pemutusan hubungan kerja dan cuti massal pekerja di sejumlah wilayah.
Ketegangan ini disebut turut mengubah lanskap strategi keamanan UEA, yang kini memandang Iran sebagai ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi dan reputasi kawasan Teluk sebagai pusat bisnis global yang bergantung pada tenaga kerja asing.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut, namun sebelumnya menegaskan bahwa Abu Dhabi memiliki hak untuk merespons setiap tindakan bermusuhan yang mengancam kedaulatan negara.
Sejumlah analis menilai keterlibatan negara Teluk dalam konflik langsung dengan Iran bisa memperlebar eskalasi ketegangan regional, sekaligus mempersulit upaya mediasi di kawasan.
“Sangat signifikan jika ada negara Teluk yang terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran. Ini bisa memperdalam perpecahan dan mengubah dinamika diplomasi kawasan,” ujar analis Timur Tengah Dina Esfandiary. (Sumber: Anadolu)


