KITAINDONESIASATU.COM-Sebanyak 71 juru sembelih di Kota Serang dikukuhkan oleh Wakil Wali Kota Serang Nur Agis sebagai juru sembelih halal (Juleha). Pengukuhan dilakukan usai pelatihan intensif di Ponpes Modern Al Muhaimin Serang, Jalan Ujung Citra Gading, Kelurahan Karundang Jaya, Minggu, (10/5/2026).
Puluhan peserta sebelumnya mendapatkan pembekalan teori hingga praktik langsung penyembelihan halal dari instruktur profesional dan berpengalaman. Pelatihan ini merupakan angkatan ke-8 yang telah melahirkan ratusan Juleha di Kota Serang.
Agis mengatakan bahwa keberadaan Juleha memiliki peran penting untuk memastikan proses penyembelihan hewan berjalan sesuai syariat Islam, higienis, aman, dan memenuhi standar halal.
“Halal bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga prosesnya. Karena itu, keberadaan Juleha sangat strategis dalam memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat terhadap produk pangan yang dikonsumsi,” ujar Agis.
Wakil Wali Kota berharap para pengurus DPC kecamatan se-Kota Serang yang telah dikukuhkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta aktif melakukan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat. “Jadilah mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem halal di Kota Serang,” katanya.
Pemkot Serang, lanjut Agis, mendukung penuh peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan dan sertifikasi Juleha. Langkah itu dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pasar dan perkembangan industri halal yang terus tumbuh.“Semoga semakin banyak juru sembelih halal yang tersertifikasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan industri halal,” katanya.
Pada bagia lain, Agis mengingatkan tingginya risiko pekerjaan seorang juru sembelih halal. Ia menyebut proses penyembelihan memiliki potensi kecelakaan kerja akibat hewan yang mengamuk atau melukai petugas. “Ada saja hewan yang mengamuk atau justru bisa melukai juru sembelihnya,” jelasnya.
Karena itu, Pemkot Serang berkomitmen memberikan fasilitas medical check up gratis hingga layanan pengobatan bagi Juleha yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas. “Kita nanti akan surati lembaga kesehatan yang ada, agar Juleha Kota Serang diobati secara gratis kalau terjadi kecelakaan,” ujar Agis.
Selain itu, Ia juga tengah mengupayakan agar seluruh Juleha di Kota Serang memperoleh sertifikasi kompetensi secara menyeluruh guna meningkatkan standar mutu dan kepercayaan konsumen.
Sementara itu, Ketua DPD Juleha Kota Serang, Agus Heriadi, mengatakan bahwa pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan kerja saat proses penyembelihan berlangsung.
Kata Agus, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung penyembelihan hewan hingga tata cara penanganan dan pembersihan setelah hewan dipotong. “Pelatihan tidak berhenti sampai di sini. Mereka juga akan mendapatkan pembekalan pengelolaan mengenai cara pembersihan hewan setelah dipotong,” ujarnya. (*)

