KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak 56 Bhikkhu dari empat negara Asia memulai perjalanan spiritual penuh makna dalam ajang Indonesia Walk for Peace 2026. Para Bhikkhu asal Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Laos itu berjalan kaki dari Bali menuju Borobudur Temple sambil membawa pesan perdamaian dan persatuan di tengah keberagaman.
Perjalanan damai tersebut dimulai dari Brahmavihara-Arama dan akan berlangsung selama 20 hari melintasi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga berakhir di Yogyakarta sebelum mencapai Candi Borobudur.
Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan terbesar Indonesia yang harus dijaga bersama, bukan dijadikan sumber perpecahan.
“Indonesia memiliki kekuatan besar karena keberagamannya. Tugas kita memastikan perbedaan menjadi sumber persatuan, bukan konflik,” ujar Romo Syafi’I, seperti dilansir laman resmi Kemenag, Minggu (10/5).
Menurutnya, kegiatan lintas negara seperti Indonesia Walk for Peace bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga simbol diplomasi budaya dan diplomasi spiritual Indonesia di mata dunia.
Ia juga menyampaikan pesan mendalam bahwa perang terbesar manusia sejatinya adalah melawan hawa nafsu dan ego diri sendiri.
“Ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu, di situlah lahir manusia yang baik,” tegasnya.
Acara pelepasan para Bhikkhu turut dihadiri I Wayan Koster, Direktur Jenderal Bimas Buddha Kemenag RI Supriadi, serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut perjalanan spiritual tersebut membawa pesan kedamaian dari Bali untuk dunia internasional.
Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan keharmonisan alam dan kehidupan.
“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik yang sakral, tetapi juga pancaran pesan damai dari Bali yang akan menjadi perhatian dunia,” ujar Koster.
Perjalanan ribuan kilometer menuju Borobudur itu kini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan agama, budaya, dan negara bukan penghalang untuk bersatu dalam semangat perdamaian. (*)

