KITAINDONESIASATU.COM – Pertandingan panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Super League 2025/2026 dipastikan berlangsung super ketat. Polresta Samarinda sampai mengerahkan 620 personel gabungan demi mengamankan duel sarat rivalitas yang digelar di Stadion Segiri, Minggu (10/5).
Pengamanan besar-besaran ini dilakukan setelah laga dipindahkan dari Jakarta ke Samarinda lantaran kondisi keamanan ibu kota dinilai kurang kondusif. Situasi tersebut membuat aparat tak mau ambil risiko menghadapi tensi tinggi duel klasik dua raksasa sepak bola Indonesia itu.
Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar, mengatakan ratusan personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polri, Brimob, TNI, hingga tambahan pasukan dari Polres Kutai Kartanegara. Tak hanya itu, Dishub, Damkar, dan Dinas Kesehatan juga dilibatkan untuk memastikan keamanan laga berjalan maksimal.
“Kami menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengantisipasi segala kemungkinan,” ujar Hendri Umar usai rapat koordinasi lintas sektoral, Jumat (8/5).
Pihak kepolisian juga memperketat pengawasan terhadap pergerakan suporter, termasuk berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan demi memantau kedatangan pendukung dari luar daerah.
Dalam laga ini, hanya suporter Persija atau Jakmania dan penonton umum yang diizinkan masuk stadion. Sementara pendukung Persib Bandung, Viking dan Bobotoh, dipastikan dilarang hadir sesuai regulasi kompetisi terkait larangan suporter tim tamu.
“Viking sudah berkomitmen untuk tidak hadir di stadion demi menjaga situasi tetap kondusif,” kata Hendri.
Panitia pelaksana pun memangkas kapasitas penonton demi alasan keamanan. Dari total kapasitas yang tersedia, hanya 7.500 tiket dijual untuk umum dan 1.500 tiket disiapkan bagi tamu undangan serta sponsor.
Sistem pembelian tiket juga dibuat super ketat dan wajib terverifikasi untuk memastikan penonton yang hadir benar-benar terdata dan sesuai aturan. (*)


