KITAINDONESIASATU.COM- Beban ganda yang dijalani ibu pelaku UMKM kerap memicu kelelahan hingga burnout akibat pengelolaan waktu yang tidak efektif. Menjawab persoalan tersebut, Dr Istiqlaliyah Muflikhati, dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, membagikan sejumlah strategi praktis agar ibu UMKM mampu menjaga produktivitas usaha sekaligus keseimbangan kehidupan keluarga.
Menurut Dr Istiqlaliyah, waktu merupakan sumber daya yang terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara bijak melalui perencanaan matang dan penentuan prioritas yang jelas.
“Waktu merupakan sumber daya yang terbatas, sehingga harus dikelola secara bijak melalui perencanaan yang matang, penentuan prioritas, serta komunikasi yang efektif antaranggota keluarga. Selain itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kehidupan keluarga juga menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima, kitaindonesiasatu.com, Jumat 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, keterbatasan waktu, tidak adanya prioritas yang jelas, hingga kaburnya batas antara pekerjaan rumah dan usaha menjadi penyebab utama ketidakefisienan kerja. Kondisi tersebut bahkan berpotensi memicu kelelahan fisik maupun mental.
Sebagai solusi, Dr Istiqlaliyah membagikan beberapa strategi yang dapat diterapkan ibu UMKM untuk mengoptimalkan pengelolaan waktu sehari-hari.
Salah satunya adalah menerapkan teknik batching atau mengelompokkan pekerjaan sejenis dalam satu waktu. Cara ini dinilai efektif untuk menghemat waktu dan energi karena aktivitas dilakukan secara terfokus.
Dalam praktiknya, batching dapat dilakukan dengan memproduksi barang sekaligus dalam jumlah banyak, melakukan pengemasan dalam satu waktu, hingga berbelanja bahan baku untuk beberapa hari ke depan dalam satu kali kegiatan.
“Dengan cara ini, waktu dan energi yang digunakan menjadi lebih hemat karena tidak perlu berulang kali berpindah dari satu jenis pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Pendekatan ini mampu membantu meningkatkan efisiensi waktu dan energi, sehingga proses kerja menjadi lebih optimal dan terorganisasi,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingannya. Pengelolaan distraksi juga perlu dilakukan untuk menghindari pemborosan waktu dan menjaga produktivitas tetap optimal.
Dr Istiqlaliyah juga menyarankan penyusunan jadwal harian agar aktivitas lebih terstruktur dan sistematis.
“Dengan jadwal yang jelas, aktivitas dapat berjalan lebih sistematis dan membantu mengurangi potensi pekerjaan yang tertunda atau menumpuk,” kata Dr Istiqlaliyah.
Tak kalah penting, pembagian peran antaranggota keluarga dinilai menjadi kunci untuk meringankan beban kerja ibu UMKM. Kolaborasi dalam keluarga memungkinkan pelaku usaha tetap fokus menjalankan bisnis tanpa mengabaikan tanggung jawab domestik.
Dalam jangka panjang, penerapan strategi tersebut diharapkan dapat membantu ibu UMKM mengelola waktu secara lebih optimal, meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus menjaga keharmonisan keluarga.
“Ibu yang sehat, bahagia, dan terorganisasi dengan baik adalah fondasi keluarga yang kuat dan usaha yang berkembang. Mulai dari langkah kecil, konsisten, dan rayakan setiap kemajuan” pungkasnya. (Nicko)


