KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai diterapkan di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Indonesia.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyiapkan puluhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di area lapas dan rumah tahanan sebagai bagian dari pengembangan program nasional tersebut.
Hingga awal Mei 2026, tercatat sekitar 70 titik dapur MBG telah dipersiapkan di berbagai daerah.
Sebagian besar dapur saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir bulan Mei.
Selain mendukung program pemenuhan gizi nasional, keberadaan dapur MBG di lapas juga dimanfaatkan untuk memberdayakan warga binaan. S
ejumlah narapidana yang telah lolos asesmen dan dinilai layak diberi kesempatan bekerja di dapur untuk membantu proses pengolahan makanan.
Warga Binaan Diberi Kesempatan Bekerja Masak MBG
Pihak Ditjenpas menjelaskan bahwa keterlibatan warga binaan dilakukan melalui proses seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga penilaian keterampilan kerja.
Dalam satu dapur MBG, puluhan pekerja dilibatkan dan sebagian di antaranya berasal dari warga binaan pemasyarakatan.
Mereka yang terlibat tidak hanya membantu kegiatan memasak, tetapi juga memperoleh upah sesuai ketentuan yang berlaku.


