Berita Utama

Jawa Tengah Mulai Masuki Musim Kemarau 2026, BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan

×

Jawa Tengah Mulai Masuki Musim Kemarau 2026, BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan

Sebarkan artikel ini
BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COMMusim kemarau 2026 mulai dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, dan ada imbauan dari BMKG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

BMKG menyebut curah hujan selama musim kemarau tahun ini diprediksi berada di bawah kondisi normal.

Situasi tersebut dinilai dapat berdampak pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah rawan.

Wilayah selatan Jawa Tengah menjadi kawasan yang mulai lebih dulu memasuki musim kemarau sejak awal Mei 2026.

Beberapa daerah seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Kebumen diperkirakan mengalami musim kering cukup panjang hingga beberapa bulan ke depan.

BMKG Minta Antisipasi Sejak Dini

BMKG menjelaskan puncak musim kemarau di wilayah selatan Jawa Tengah diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

Durasi musim kering di beberapa daerah bahkan diperkirakan berlangsung hingga 180 hari, terutama di wilayah pesisir dan kawasan dengan curah hujan rendah.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak kekeringan.

Upaya antisipasi meliputi pengelolaan cadangan air bersih, perlindungan lahan pertanian, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran saat suhu udara meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *