Jakarta, 7 Mei 2026 — Ketua Umum BRN, Reagen, mendorong pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia melalui akses permodalan dan program pelatihan yang berkelanjutan.
Menurut Reagen, salah satu hambatan terbesar yang dihadapi mahasiswa dan anak muda saat ini adalah keterbatasan akses modal usaha meskipun banyak dari mereka memiliki ide, kreativitas, dan semangat membangun usaha mandiri.
“Pemerintah perlu membuka akses bantuan permodalan melalui perbankan bagi mahasiswa, khususnya skema seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nominal di bawah Rp50 juta yang lebih mudah dijangkau generasi muda,” tegas Reagen dalam keterangannya.Ia menilai program pembiayaan berbasis mahasiswa dan pemuda produktif harus dipermudah dari sisi administrasi serta didukung pendampingan usaha agar tidak hanya menjadi program formalitas semata.
Selain persoalan modal, Reagen juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif Kementerian Ketenagakerjaan dalam memperluas program pelatihan kewirausahaan langsung ke lingkungan pendidikan.
“Kalau kita ingin berbicara tentang lahirnya generasi muda yang memiliki jiwa wirausaha, maka pelatihan harus digalakkan langsung di kampus-kampus, sekolah, hingga lingkungan pendidikan berbasis keagamaan,” ujarnya.
BRN menilai pelatihan kewirausahaan tidak boleh hanya menyasar mahasiswa di perkotaan, tetapi juga harus menjangkau pelajar SMA, SMK, madrasah, hingga pondok pesantren di berbagai daerah Indonesia.
Menurut Reagen, generasi Z dan milenial memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, digitalisasi usaha, UMKM, hingga industri berbasis teknologi. Namun potensi tersebut perlu didukung dengan pendidikan praktik, pelatihan bisnis, literasi keuangan, serta akses jejaring usaha yang nyata.
“Pelatihan untuk anak-anak Gen Z dan milenial sangat penting dimulai sejak dini, mulai dari SMA, SMK, madrasah, maupun pondok pesantren. Negara harus hadir menyiapkan generasi produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan,” tambahnya.
BRN juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia perbankan, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk membangun inkubator bisnis muda di setiap daerah agar ide-ide usaha anak muda dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru nasional.
Di tengah tantangan ekonomi global dan tingginya angka pengangguran usia muda, BRN menilai langkah konkret dalam membangun budaya kewirausahaan merupakan investasi strategis untuk masa depan Indonesia.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani membangun usaha, mandiri secara ekonomi, dan mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat. Ini harus menjadi gerakan nasional bersama,” tutup Reagen. (Rls)

