KITAINDONESIASATU.COM – Hari ini laga terakhir pekan ke-31 Super League 2025/2026, Borneo FC Samarinda memasuki laga krusial melawan Persita Tangerang di Stadion Segiri Samarinda, Selasa (5/5/2026) malam WIB.
Perjalanan Borneo FC di pengujung Super League memasuki babak paling krusial, terbersaing dengan Persib Bandung untuk menduduki puncak klasemen.
Borneo memiliki empat laga tersisa dengan mengpleksi 69 poin, sementara Persib Bandung memiliki 3 tersisa dengan mengoleksi 72 poin selisih tiga poin di antara dua tim papan atas ini.
Dari empat laga yang dijalani bagi Borneo FC memiliki nilai yang tak terhingga besarnya, tiga poin menjadi penentu arah menuju arah juara Liga Indonesia 2025/2026.
Jika Borneo mengalami kekalahan atau sekali bermain seri dari empat laga yang jalani akan menjadi batu sandungan gagalnya menjadi juara Super Leaague 2025/2026.
Bahkan jika hingga akhir kompetisi pekan ke-34 digelar 23 Mei 2026 Borneo FC Samarinda memiliki poin yang sama dengan Persib tetap saja Pesut Etam harus gigit jari sebab Persib memiliki kemenangan lebih baik dari laga head to head kedua tim.
Kini yang bisa dilakukan oleh Borneo FC adalah menunggu Persib terpeleset dalam laga yang tersisa, di sisi lain Pesut Etam tetap menjaga asa untuk tetap bertahan tidak boleh kalah hingga akhir kompetisi.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes menyadari betul situasi tersebut, namun alih-alih mengubah taktik, dia justru memilih mempertahankan fondasi yang telah dibangun sejak awal musim.
Kini memasuki pekan ke-31 tim akan melawan Persita Tangerang di Stadion Segiri Samarinda, Selasa (5/5/2026) malam pukul 19:00 WIB.
“Kami telah menjalani persiapan yang tenang untuk pertandingan ini. Kami punya waktu yang cukup untuk menganalisis lawan dan mengidentifikasi kebutuhan tim. Kami tetap fokus sejak awal kompetisi hingga saat ini,” ujarnya.
Bagi pelatih asal Brasil itu, konsistensi adalah kunci, dia menolak godaan untuk melakukan perubahan besar di saat tekanan semakin tinggi.
Dikatakan Lefundes selama ini ia telah melakukan ini selama 30 pekan, ini bukan hal baru, jadi tidak perlu mengubah apa pun.
“Masih ada empat pertandingan lagi, dan sejak awal saya bilang kita punya sembilan final,” ujar Fabio Lefundes.
Pendekatan tersebut mencerminkan kepercayaan penuh terhadap proses yang telah berjalan, Filosofi satu pertandingan dalam satu waktu menjadi pegangan utama tim.
Apalagi musim ini menghadirkan dinamika berbeda, jika pada musim-musim sebelumnya juara bisa ditentukan lebih cepat, kini persaingan tetap terbuka hingga pekan-pekan akhir.
Di jelaskan jika pada musim lalu kandidat juara sudah mengunci gelar di sekitar 65 poin, tetap sekarang kami dan tim lain sudah di angka 69 dan masih ada 12 poin tersisa.
Dari 12 poin yang diperebutkan sejauh ini masih belum ada yang pasti,” kata mantan pelatih Madura United itu.
Saat ini di tengah tekanan menuju gelar, Fabio Lefundes menekankan pentingnya menjaga fokus sepanjang laga berlangsung, agar tim tetap solit mental tetap terjaga dan kemenangan selalu didapatkan.
“Kalau ada masalah kecil, lupakan semuanya saat masuk lapangan. Ada target besar yang harus dicapai,” sambungnya.
Kondisi ini juga dirasakan oleh bek andalan, Christophe Nduwarugira, dia melihat ketatnya kompetisi sebagai tanda kemajuan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Kalau dibandingkan musim lalu, sekarang kita belum tahu siapa juaranya. Artinya level kompetisi meningkat,” kata pemain asing asal Burundi itu.
Kini menghadapi Persita Tangerang di kandang sendiri menjadi kesempatan emas bagi Borneo FC untuk menjaga momentum, dengan energi tersendiri karena dukungan suporter.
“Kami akan memberikan segalanya untuk menang dan menjaga tiga poin tetap di kandang, dan kemenangan menjadi miliki kita,” pungkasnya. **


