KITAINDONESIASATU.COM – Tren banner tagar DESPERATE sedang viral di LinkedIn, terutama di kalangan Gen Z.
Banner ini digunakan oleh para pencari kerja untuk menunjukkan keadaan terdesak mereka dalam mencari pekerjaan.
Salah satu pengguna yang mempopulerkan tren ini adalah Myers, seorang desainer grafis yang melamar puluhan pekerjaan setiap hari tanpa hasil setelah diberhentikan dari pekerjaannya.
Platform LinkedIn memang telah membantu banyak orang dalam mencari pekerjaan dan memperluas jaringan profesional.
BACA JUGA : Anies Baswedan Perbarui Profil LinkedIn dan Status ‘Open to Work’, CV sampai 40 Lembar
Namun, menggunakan banner seperti #DESPERATE juga memiliki risiko, karena beberapa perusahaan mungkin melihatnya sebagai sinyal negatif.
[ruby_related heading=”Baca Juga” total=5 layout=1 offset=5]
Cara Pasang
Untuk memasang banner #DESPERATE di LinkedIn, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah sederhana: mengatur warna dan foto melalui tautan yang disediakan, kemudian mengunggah hasilnya ke profil LinkedIn.
Apakah Anda tertarik untuk menambahkan tagar #DESPERATE pada akun LinkedIn Anda untuk menarik perhatian perusahaan? Ini bisa menjadi pilihan menarik yang mudah untuk dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk membuat tagar di LinkedIn Anda:
1. Klik tautan yang tersedia di https://piotrkepka.com/mini/0x04-overlay/public/
2. Setelah masuk ke halaman yang dituju, Anda dapat menggunakan template yang disediakan. Jika ingin mengubah teks, sesuaikan sesuai keinginan Anda.
3. Anda juga dapat mengubah warna yang digunakan; tidak harus ungu, karena tersedia berbagai pilihan warna pada kotak warna.
4. Unggah foto Anda yang akan digunakan sebagai foto profil di LinkedIn.
5. Setelah itu, unduh foto yang sudah diberi tagar #DESPERATE dan pasang di profil LinkedIn Anda.
Apa Makna Tagar DESPERATE di LinkedIn?
Secara harfiah, tagar DESPERATE berarti “putus asa.” Jika digunakan oleh pencari kerja di LinkedIn, ini bisa diartikan bahwa pemilik akun merasa frustrasi dalam mencari pekerjaan yang diinginkan.





