Desa KitaNews

Ramai Bisnis, Kelurahan Babakan Masih ‘Tersandung’ PKL dan Banjir Lintasan

×

Ramai Bisnis, Kelurahan Babakan Masih ‘Tersandung’ PKL dan Banjir Lintasan

Sebarkan artikel ini
IMG20260430121437 scaled
Lurah Babakan, Andri Junizar, mengungkap kondisi wilayah dengan geliat usaha tinggi namun masih dibayangi persoalan PKL dan banjir. (KIS)

KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah statusnya sebagai salah satu pusat ekonomi paling sibuk di Kota Bogor, Kelurahan Babakan justru masih dibayangi persoalan klasik perkotaan seperti semrawutnya Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga banjir lintasan yang berulang. Kondisi kontras antara geliat usaha dan tantangan tata wilayah ini diungkapkan langsung oleh Lurah Babakan, Andri Junizar, dalam pemaparannya pada Kamis 30 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa dengan luas wilayah sekitar 146,2 hektar, Babakan memiliki karakteristik unik karena berbatasan langsung dengan Kelurahan Tegallega di berbagai sisi.

Andri mengungkapkan bahwa secara kondisi ekonomi, Babakan merupakan salah satu kelurahan dengan jumlah pelaku usaha terbanyak di Bogor Tengah.

Data mencatat terdapat sekitar 17 hotel berbintang serta puluhan kafe dan restoran yang menjadi penyumbang aktif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan jumlah wajib pajak mencapai 1.953.

“Kelurahan Babakan ini banyak pelaku usaha, termasuk hotel, resto, dan kafe yang jika dibandingkan dengan 10 kelurahan lain di Bogor Tengah, kita termasuk yang paling banyak. Di sektor pendidikan, kita juga memiliki aset besar seperti SD Gunung Gede, SD Papandayan, hingga SMK Negeri 3 Bogor,” ujar Andri Junizar.

Salah satu poin krusial yang dipaparkan adalah keberadaan 1.115 PKL yang tersebar di titik-titik strategis seperti Jalan Malabar, Sancang, hingga kawasan Rumah Sakit.

Andri menekankan bahwa pihaknya tengah melakukan pembinaan intensif agar para pedagang tidak menggunakan trotoar secara sembarangan.

Ia menjelaskan bahwa dalam waktu tiga bulan ke depan, pihaknya menargetkan penataan yang lebih rapi sesuai dengan arahan pimpinan.

“Konsepnya adalah pembinaan dan penataan. Karena kita tidak memiliki lahan khusus untuk relokasi, maka pendekatannya adalah pembinaan agar penggunaan bahu jalan dan trotoar bisa lebih tertata,” tuturnya.

Selain ekonomi, masalah infrastruktur seperti banjir lintasan di wilayah RW 03 dan RW 06 menjadi perhatian serius.

Andri menyebutkan banjir sering terjadi akibat buruknya kontrol drainase di pemukiman warga.

“Masalahnya seringkali karena drainase itu ditutup permanen oleh masyarakat untuk keperluan dapur atau bangunan mereka, sehingga ketika banjir besar, mereka bingung karena tidak bisa dikontrol. Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR dan Perkim untuk normalisasi drainase serta sungai kecil di wilayah tersebut,” jelas Andri.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini kegiatan sarana prasarana (sarpras) dari APBD seperti pengaspalan jalan di RW 02 sedang berjalan sebagai bentuk peningkatan kualitas infrastruktur wilayah.

Di bidang sosial, Kelurahan Babakan terus memantau angka kesehatan masyarakat. Saat ini terdapat 14 anak dalam kategori stunting yang terus mendapatkan intervensi.

Andri menyampaikan bahwa pihak kelurahan rutin menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada 471 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Alhamdulillah, kami juga dibantu oleh Yayasan KBLM untuk pemberian susu dan makanan tambahan bagi anak-anak. Fokus kami adalah bagaimana angka 14 ini terus berkurang setiap bulannya,” pungkasnya.

Dengan berbagai potensi dan permasalahan yang ada, Andri berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara dinas terkait, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan Kelurahan Babakan yang lebih tertata dan mandiri. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *