News

Kemenag Dukung Riset Internasional Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia, Libatkan UIN hingga University of Sydney

×

Kemenag Dukung Riset Internasional Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia, Libatkan UIN hingga University of Sydney

Sebarkan artikel ini
gtk kemenag
Pertemuan Direktur GTK Madrasah Fesal Musaad dan Ketua Tim Riset Saefudin Syafii bahas penguatan pembelajaran Bahasa Arab nasional. (Dok. Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag), memberikan dukungan terhadap riset nasional bertajuk “Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia: Studi Penjajakan (Scoping Study)” yang melibatkan kolaborasi akademik lintas negara.

Penelitian bergengsi ini digarap oleh tim dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia serta University of Sydney, menjadikannya salah satu studi lintas institusi yang berskala internasional.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur GTK Madrasah, Fesal Musaad, saat menerima kunjungan Ketua Tim Peneliti, Saefudin Syafii, di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Riset ini disebut bertujuan memetakan secara menyeluruh kondisi pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia—mulai dari praktik di sekolah dasar, menengah, madrasah, hingga pondok pesantren. Studi ini juga terhubung dengan proyek internasional yang sebelumnya dilakukan di Amerika Serikat, Kanada, hingga sejumlah negara Eropa bersama Qatar Foundation International.

GTK Madrasah menilai penelitian ini sangat strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan Bahasa Arab di Indonesia. Bahkan, guru Bahasa Arab di seluruh Indonesia didorong untuk ikut berpartisipasi dalam survei nasional yang disiapkan tim peneliti.

Sementara itu, tim peneliti memastikan bahwa riset ini telah mengantongi izin resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sehingga pelaksanaannya memenuhi standar nasional penelitian.

Hasil akhir penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi dasar kebijakan pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas guru serta memperkuat posisi Indonesia dalam kajian global Arabic as an Additional Language.

Dengan skala internasional dan kolaborasi lintas negara, riset ini digadang-gadang menjadi salah satu pijakan penting masa depan pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *