KITAINDONESIASATU.COM – Tim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati hingga saat ini masih bekerja keras melakukan proses identifikasi terhadap 10 jenazah korban kecelakaan maut KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala RS Polri Brigjen Prima Heru Yulihartono di RS Polri, mengatakan, mengingat seluruh korban meninggal dunia adalah perempuan yang berada di gerbong khusus wanita, ketelitian tinggi diperlukan dalam proses pencocokan data.
Kondisi jenazah yang mengalami trauma berat akibat benturan keras dan reruntuhan gerbong membuat proses identifikasi secara visual cukup sulit dilakukan.
Ditambahkan, tim medis menggunakan metode identifikasi primer melalui sidik jari, data gigi (odontologi), dan jika diperlukan, pemeriksaan sampel DNA untuk dicocokkan dengan keluarga inti.
RS Polri mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota kerabatnya untuk segera melapor ke posko dengan membawa data pendukung seperti foto terakhir, catatan medis gigi, atau barang-barang pribadi yang masih memiliki jejak DNA korban.
Dari total 14 korban jiwa, beberapa jenazah yang sudah teridentifikasi lebih awal telah mulai diserahkan kepada pihak keluarga, sementara 10 jenazah lainnya masih dalam proses pemulasaraan dan pencocokan data di RS Polri.
Prima Heru Yulihartono menyatakan bahwa timnya akan bekerja 24 jam penuh agar proses identifikasi ini selesai secepat mungkin, sehingga keluarga dapat segera memakamkan para korban dengan layak.(*)
