KITAINDONESIASATU.COM – Isu ketahanan air global kembali menjadi perhatian setelah Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di Astana.
Pertemuan Retno Marsudi ini membahas penguatan kerja sama internasional dalam pengelolaan sumber daya air, termasuk tantangan perubahan iklim yang semakin berdampak pada banyak negara.
Pertemuan Retno Marsudi tersebut juga mempertegas peran Indonesia dalam diplomasi air dunia setelah sukses menjadi tuan rumah forum air internasional sebelumnya.
Indonesia dinilai memiliki pengalaman penting dalam mendorong kolaborasi lintas negara terkait konservasi, pengelolaan, dan keberlanjutan sumber daya air.
Fokus Kerja Sama Air dan Stabilitas Regional
Dalam pembahasan tersebut, isu air dipandang bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keamanan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas kawasan.
Kazakhstan menyoroti pentingnya tata kelola air global yang lebih kuat melalui koordinasi internasional dan solusi berkelanjutan.
Selain membahas pembentukan kerja sama yang lebih luas di bawah naungan PBB, kedua pihak juga menaruh perhatian pada pengelolaan air di Asia Tengah yang menghadapi tantangan serius.
Konferensi Air PBB 2026 di Abu Dhabi pun disebut berpotensi menjadi momentum penting memperkuat komitmen global.



