KITAINDONESIASATU.COM -TikTok secara resmi mengumumkan pemecatan ratusan karyawan di seluruh dunia sebagai bagian dari transisi menuju model moderasi konten berbasis kecerdasan buatan (AI).
Seorang juru bicara TikTok menyatakan bahwa pemberhentian kartawan itu untuk memperkuat model operasional global.
“Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat model operasional global kami dalam moderasi konten,” kata dia, sebagaimana dikutip dari beberapa sumber.
Perusahaan induk TikTok, ByteDance, memperkirakan bahwa sekitar 500 karyawan di Malaysia akan terdampak dari pemecatan ini. Banyak karyawan yang menerima pemberitahuan pemecatan melalui email di pertengahan minggu.
Selain itu, TikTok juga berencana untuk menyatukan beberapa operasi regional setelah melakukan pemangkasan di departemen pemasaran dan operasionalnya awal tahun ini.
Sebelumnya, TikTok telah menerapkan model moderasi hibrida, di mana AI digunakan untuk memindai video dan mendeteksi konten yang melanggar, seperti ketelanjangan, kekerasan, atau perilaku tidak pantas lainnya.
Jika pengguna tidak setuju dengan keputusan untuk membatasi atau menandai konten mereka, moderator manusia akan meninjaunya kembali.
Namun, pekerjaan sebagai moderator di TikTok tidaklah mudah. Dalam laporan 2022, terungkap bahwa para moderator ini hanya mendapatkan gaji sekitar $1,8 per jam, atau $10 per hari, sambil secara rutin meninjau video dengan konten sensitif, seperti kekerasan, bunuh diri, atau pedofilia.


