KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Bogor sedang dalam kondisi genting. Dalam beberapa hari terakhir, gelombang bencana hidrometeorologi menghantam berbagai wilayah, memaksa pemerintah daerah menaikkan status kewaspadaan dan mengerahkan seluruh kekuatan.
Data terbaru mencatat 37 titik bencana tersebar di 19 kecamatan dan 35 desa/kelurahan. Cuaca ekstrem memicu longsor, banjir, angin kencang, hingga pergerakan tanah yang merusak permukiman warga.
Dampaknya, sedikitnya 12 jembatan rusak akibat luapan sungai, akses jalan terputus, dan material longsor menutup jalur vital. Kondisi ini membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan menjadi tantangan besar.
Tim BPBD bersama TNI-Polri, Tagana, PMI, hingga relawan terus siaga 24 jam di lapangan. Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan warga, membuka akses terisolasi, dan mempercepat penanganan korban terdampak.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh jajaran dikerahkan total untuk memastikan kondisi segera terkendali.
Status tanggap darurat pun diperpanjang di sejumlah wilayah hingga awal Mei 2026, sebagai langkah percepatan pemulihan infrastruktur dan objek vital.
Sementara itu, bantuan logistik mulai digelontorkan untuk warga terdampak—mulai dari kebutuhan pokok, pakaian, hingga perlengkapan bayi.
Pemkab Bogor juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran Sungai. (*)


