KITAINDONESIASATU.COM – Kekalahan PSBS Biak dari Persija Jakarta 0-1 pekan ini semakin memperdalam posisi di dasar klasemen sementara Super League 2026 Senin (20/4/2026).
Posisi PSBS Biak berada di dasar klasemen peringkat ke-18 dengan mengoleksi 18 poin bersama Semen Padang dengan mengantongi 20 poin dan Persis Solo diangka 24 poin.
Dalam delapan laga terakhir PSBS Biak tak pernah menang dengan mengemas kekalahan sebanyak 7 kali dan bermain seri sebanyak satu kali melawan Persis Solo 1-1.
Dalam dua laga terakhir PSBS mengalami kekalahan besar dari Bali United dengan skor 6-1 kemudian melawan Boneo FC dengan skor 5-1 dan kalah dari Persija Jakarta 0-1.
Semakin membuktikan PSBS diambang kehancuran hingga memperlebar peluang skuad Badai Pasifik masuk ke juran degradasi dari liga tertinggi di tanah air.
PSBS Biak kini menyisakan 6 pertandingan lagi hingga laga Super Leagur 2025/2026 usai, namun peluang untuk menang semakin kecil kemungkinannya.
Dari 6 laga yang tersisa PSBS Biak akan menjalani 3 laga kandang dan tiga laga tandang antara lain melawan Bhayangkara FC, Persebaya dan Persijap Jepara.
Sementara 3 laga di kandang PSBS akan menjalani laga kandang Stadion Maguwojarjo Sleman bersama Malut United, Dewa United dan Arema FC.
Sementara untuk laga terdekat setelah kalah dari Persija Jakarta pekan ini (0-1), PSBS Biak akan menjalani laga melawan Malut United di Stadion Kie Raha Ternate Maluku Utara pada 18 April 2026.
Akibat kekalahan bertubi-tubi itu kini kiper utama PSBS Biak asal Anggola, Kadu Monteiro menjadi kiper paling sibuk melakukan penyelamatan gawannya.
Kadu Monteiro didatangkan sejak Juli 2025, lalu kini menjadi kiper tersibuk pada musim kopetisi BRI Super League 2025/2026 tahun ini menjadi sorotan.
Meskipun tim terancam degradasi, Kadu tampil secara gemilang dengan catatan 91 penyelamatan menjadi peringkat ke-3 terbanyak di liga dari 24 laga, meski sudah kebobolan 46 gol.
Kadu Monteiro, yang kontraknya akan habis di akhir musim 2025/2026, sempat menjadi perbincangan karena performa apiknya dan insiden handuk, serta menjadi incaran banyak pihak.
Oleh karena itu meskipun timnya banyak kebobolan gol, pria kelahiran 30 November 1994 menunjukkan performa individu yang patut diapresiasi.
Seperti diungkapkan kepada media bersama PSBS Biak, Kudu menegaskan tidak akan menyerah begitu saja, akan terus berjuang sekuat tenaga memberikan yang terbaik dan berusaha keluar dari zona degradasi.
Menurut catatan statistik Kudu merupakan kiper tersibuk sepanjang musim ini ia telah mencatatkan 91 penyelamatan menempatkannya di posisi ketiga sebagai kiper dengan saves terbanyak di Liga Indonesia.
Catatan penyelamat Kudu kalah dari Nadeo Argawinata dari Borneo FC dengan 98 saves dan Mike Hauptmeijer dari Bali United dengan 94 saves sejauh ini.
Meski demikian ia mengungguli nama-nama besar seperti Ernando Ari dari Persebaya (82 saves) dan Igor Rodrigues dari Persita Tangerang dengan 78 saves.
Dari penampilannya hingga pekan ke-27 Kudu telah kebobolan sebanyak 57 gol dan mencatatkan 4 clean sheet, namun banyak penyelamatan krusialnya berhasil menghindarkan dari kekalahan yang lebih telak. **

