KITAINDONESIASATU.COM – Laga pekan ke-28 Super League 2025/2026 Persebaya benar-benar mempermalukan dirinya dihadapan Suporternya Bonekmania di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jumat (18/4/2026) minggu malam WIB.
Persebaya harus menelan kekalahan menyedihkan dalam derby Suramadu dengan kekalahan 1-2, meski di atas kertas Bajol Ijo tampil mendominasi permainan.
Menurut data statistik Persebaya mencatatkan dalam penguasaan bola hingga mencapai 72 persen hingga mencatatkan 23 tembakan, 6 di antaranya tepat sasaran, namun hanya membuahkan satu gol.
Sementara Madura United lebih banyak bertahan dan tampil lebih efektif dan efisian hingga mampu memanfaatkan peluan minim namun berkualitas hingga menciptakan dua gol.
Pelatih Bernardo Tavares mengakui jika timnya menghadapi masalah dalam penyelesaian akhir hingga gagal menembus benteng pertahanan Madura United.
Tavares mengatakan memang ini menjadi masalah ketika kami tidak bisa mencetak gol, meskipun menciptakan banyak peluang akan tetapi akurasinya kurang, hal ini akan menjadi perbaikan dan evaluasi bagi tim pelatih.
Sejauh ini ia menilai jika para pemain sebenarnya sudah memperlihatkan permainan yang berkembang terutama di babak kedua, mereka mampu menciptakan tekanan dan berbagai peluang berbahaya namun gagal dikonversi menjadi sebuah gol.
“Di babak kedua saya pikir kami menciptakan banyak peluang dan dinamika permainan yang baik. Tetapi terkadang kami kurang beruntung. Ada tembakan yang diblok, ada yang keluar, atau peluang yang tidak berbuah gol,” kata Tavares.
Diapun kemudian menyoroti efektifitas lawan yang menilainya mencerminkan fenomena umum dalam sepakbola modern dan hal ini juga sudah biasa terjadi pada tim-tim besar di Eropa.
Meski tim mampu menguasai bola hingga berhasil menciptakan banyak tembakan, tetapi lawan yang lebih banyak bertahan tiba-tiba datang dengan satu atau dua kali ke gawang langsung mencetak gol, dan ini terjadi pada Madura United.
Tavares mengaku sangat sedih karena kalah di kandang sendiri, terlebih lagi ia melihat para pemain bekerja sangat keras, tetapi inilah permainan di sepakbola.
Tentu saja kekalahan beruntun dari Persija (3-0) dan Madura United (1-2) menjadi pukulan berat bagi para pemain, namun itu harus segera dilupakan karena fokus berikutnya beralih ke laga pekan ke-29.
Persebaya bakal menghadapi tantangan berat dengan melakoni dua tantangan berat melawat Malut United dan Arema FC.
Diapun kemudian berharap kekalahan ini segera terlupakan dan kondisi tim kembali membaik terutama dengan beberapa pemian yang mengalami cedera segera bisa pulih kembali dan bermain kembali bersama Bajol Ijo.
“Kami berharap tim medis bisa membantu memulihkan beberapa pemain agar kami memiliki lebih banyak pilihan. Saat ini saya masih harus melihat siapa saja yang tersedia,” tandasnya. **



