News

Lapas Cipinang Gagalkan Aksi Nekat, 24 Paket Narkoba Diselundupkan dalam Rokok Tersegel

×

Lapas Cipinang Gagalkan Aksi Nekat, 24 Paket Narkoba Diselundupkan dalam Rokok Tersegel

Sebarkan artikel ini
narkoba
Ilustrasi narkoba.

KITAINDONESIASATU.COM – Aksi nekat penyelundupan narkoba kembali digagalkan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta. Kali ini, modus yang digunakan terbilang licin dan nyaris tak terdeteksi-24 paket serbuk putih diduga narkoba disembunyikan rapi di dalam batang rokok yang masih tersegel.

Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada Kamis (16/4), saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan pengunjung. Dua pria langsung diamankan setelah gerak-gerik mereka dan barang titipan yang dibawa memicu kecurigaan.

Awalnya terlihat biasa saja-sebungkus rokok utuh tanpa cacat. Namun, ketelitian petugas membongkar kejanggalan. Susunan batang rokok di dalam bungkus tampak tidak lazim, bahkan ada yang terbalik. Dari sinilah kecurigaan menguat.

Saat satu batang rokok dipatahkan untuk pemeriksaan, petugas dibuat terkejut. Di dalamnya bukan tembakau, melainkan plastik kecil berisi serbuk putih mencurigakan.

Tak berhenti di situ, pemeriksaan menyeluruh pun dilakukan. Hasilnya bikin tercengang—12 batang rokok telah dimodifikasi, masing-masing menyimpan dua paket narkoba. Total 24 paket berhasil diamankan.

Kepala Lapas, Syarpani, mengungkapkan bahwa modus ini tergolong rapi dan canggih. Pelaku berusaha menyamarkan barang haram tersebut agar lolos dari pengawasan. Namun, kewaspadaan petugas kembali membuktikan hasil.

Dua pelaku asal Palmerah, Jakarta Barat, kini sudah diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk diproses hukum. Sementara itu, pihak lapas bersama kepolisian tengah memburu jaringan di balik aksi ini, termasuk mengungkap siapa target penerima di dalam lapas.

Yang lebih mengejutkan, ini bukan kali pertama. Sepanjang 2026, sudah sembilan kali upaya penyelundupan narkoba berhasil digagalkan. Modusnya pun makin beragam, dari disembunyikan dalam makanan seperti ceker ayam hingga barang pribadi seperti pembalut.

“Modus terus berkembang, dan kami tidak akan lengah,” tandas Syarpani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *