Internasional

Krisis Energi di Depan Mata? Minyak Naik 8% Usai Ancaman AS ke Iran

×

Krisis Energi di Depan Mata? Minyak Naik 8% Usai Ancaman AS ke Iran

Sebarkan artikel ini
Presiden Donald Trump
Presiden Donald Trump (X@DW)

KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam hingga 8 persen setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan ancaman akan blokade total di Selat Hormuz.

Akibatnya, harga minyak mentah Brent langsung melesat ke level 102 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,7 juta, sementara WTI bahkan melonjak lebih tinggi hingga 104,51 dolar AS.

Pada perdagangan Minggu (12/4) malam waktu global, Brent tercatat naik 7,76 persen, sedangkan WTI meroket 8,2 persen—menandakan kepanikan pasar terhadap potensi krisis energi besar.

Situasi makin panas setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa hasil. Wakil Presiden AS, J.D. Vance, mengonfirmasi bahwa pembicaraan panjang itu gagal mencapai kesepakatan.

Padahal sebelumnya, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata dua pekan. Trump tak tinggal diam. Ia langsung memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade seluruh kapal yang masuk dan keluar dari Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia.

Bahkan, Komando Pusat AS (CENTCOM) bersiap memulai operasi besar untuk menghentikan seluruh lalu lintas maritim menuju pelabuhan Iran.

Langkah ekstrem ini memicu kekhawatiran global akan terganggunya pasokan energi dunia. Jika eskalasi terus meningkat, bukan tak mungkin harga minyak akan melonjak lebih liar. (Sumber: Sputnik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *