BisnisBerita Utama

Rupiah Loyo, Efek Domino Konflik AS-Iran Hantam Pasar Global

×

Rupiah Loyo, Efek Domino Konflik AS-Iran Hantam Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Rupiah Terus Melemah, BI Rate Diprediksi Naik dalam Pengumuman Besok
Rupiah Terus Melemah, BI Rate Diprediksi Naik dalam Pengumuman Besok

KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah kembali terpukul. Pada penutupan perdagangan Selasa (7/4), mata uang Garuda melemah 70 poin (0,41%) ke level Rp17.105 per dolar AS—anjlok dari posisi sebelumnya Rp16.980.

Pengamat pasar, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan penyebab utamanya adalah meningkatnya tensi panas antara Amerika Serikat dan Iran yang bikin investor siaga penuh.

Situasi makin mencekam setelah ultimatum keras dari Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur vital energi dunia itu kini jadi pusat ketegangan.

Gangguan kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir membuat pasar khawatir pasokan minyak global terganggu—efeknya? Harga minyak melonjak dan risiko ekonomi makin tinggi.

Iran menolak proposal gencatan senjata, sementara Trump memperingatkan jika tak patuh, serangan ke infrastruktur Iran bisa terjadi kapan saja.

Ketegangan ini dinilai berpotensi mengguncang stabilitas global, memicu inflasi, dan memperumit arah kebijakan suku bunga dunia.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menahan napas menunggu data inflasi AS yang akan segera dirilis—penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (JISDOR) ikut melemah ke Rp17.092 per dolar AS.

Kombinasi konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global membuat rupiah kian tertekan. Jika situasi memanas, bukan tak mungkin tekanan terhadap rupiah akan semakin dalam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *