KITAINDONESIASATU.COM – Bencana banjir yang menerjang sembilan desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak berubah menjadi duka mendalam. Seorang anak berusia 8 tahun dilaporkan tewas setelah terseret arus deras saat melintas di jalan dekat rumahnya.
Korban berinisial AR (8), warga Dukuh Solodoko Wetan, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah sebelumnya hilang tersapu banjir. Peristiwa memilukan ini terjadi saat tanggul jebol pada Jumat (3/4), di tengah kondisi genangan yang mengepung wilayah tersebut.
Menurut laporan BPBD Demak, saat kejadian korban berjalan bersama orang tuanya menyusuri jalan desa yang sudah tergenang. Namun tanpa disadari, arus banjir yang deras langsung menyeret korban hingga hilang. Pencarian pun dilakukan, hingga akhirnya jasad korban ditemukan keesokan harinya, Sabtu pagi.
Di sisi lain, bencana ini dipicu oleh meluapnya Sungai Tuntang akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu, meski kondisi cuaca di Demak sendiri terpantau cerah. Debit air yang tak terbendung menyebabkan tanggul jebol di enam titik, memperparah situasi.
Akibatnya, banjir merendam rumah warga, tempat ibadah, sekolah hingga area persawahan. Data BPBD mencatat sebanyak 2.116 rumah terdampak, dengan total 7.606 jiwa merasakan dampaknya. Dari jumlah tersebut, 2.839 warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Wilayah yang terdampak meliputi sejumlah desa di Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, hingga Kebonagung—menunjukkan luasnya cakupan bencana yang terjadi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi turut turun langsung meninjau lokasi dan menyalurkan bantuan senilai Rp236,98 juta dari berbagai pihak. (*)


