KITAINDONESIASATU.COM— Pemerintah Prancis meluncurkan paket bantuan darurat senilai 70 juta euro atau sekitar Rp1,36 triliun guna meredam dampak lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Kebijakan ini difokuskan untuk menjaga stabilitas sektor industri strategis agar tetap beroperasi di tengah tekanan biaya.
Fokus pada Sektor Transportasi, Pertanian, dan Perikanan
Bantuan tersebut diarahkan terutama ke sektor transportasi, pertanian, dan perikanan yang dinilai paling terdampak. Upaya ini juga bertujuan menjaga ketahanan pangan nasional serta memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Dari total anggaran, sebesar 50 juta euro dialokasikan bagi perusahaan transportasi jalan raya skala kecil dan menengah. Dukungan diberikan dalam bentuk subsidi bahan bakar sebesar 0,20 euro per liter.
Di sektor pertanian, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan pajak bahan bakar diesel selama satu bulan.
Sementara itu, industri perikanan memperoleh dana sekitar lima juta euro untuk menutup kenaikan biaya operasional, terutama akibat lonjakan harga bahan bakar yang kini menyumbang hingga 35 persen dari total biaya.
Skema Tambahan untuk Usaha Terdampak
Selain bantuan langsung, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung.
Di antaranya penangguhan pembayaran pajak dan iuran jaminan sosial tanpa sanksi, serta akses pinjaman khusus bertajuk “Boost Fuels” hingga 50.000 euro bagi usaha kecil.
Meski demikian, paket bantuan ini bersifat sementara dan direncanakan hanya berlaku hingga April 2026.(*)


