Berita Utama

6 Diplomatnya di Lebanon Dibunuh, Iran Kecam Israel!

×

6 Diplomatnya di Lebanon Dibunuh, Iran Kecam Israel!

Sebarkan artikel ini
Ratusan Warga Lebanon Tewas
Ratusan Warga Lebanon Tewas dibombardir Israel. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Iran melayangkan kecaman keras terhadap Israel menyusul insiden mematikan yang menewaskan enam orang diplomatnya di Lebanon. Teheran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan konvensi diplomatik yang menjamin perlindungan bagi pejabat negara di luar negeri.

Serangan yang dilakukan di hotel ini menjadi tempat para diplomat Iran menjalankan tugasnya pada 8 Maret 2026 lalu. Pihak kementerian luar negeri Iran, Sabtu 28 Maret 2026 menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk provokasi berbahaya yang dapat memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Keenam diplomat Iran yang tewas tersebut yakni: Seyed Mohammad Reza Mousavi, Alireza Biazar, Majid Hassani Kandsar, Hossein Ahmadlou, Ahmad Rasouli, dan Amir Moradi

Iran menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk memberikan respons yang setimpal atas hilangnya nyawa para utusannya. Teheran juga mendesak organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk segera mengambil tindakan tegas dan tidak membiarkan tindakan agresif terhadap misi diplomatik terus berlanjut tanpa konsekuensi.

Situasi di perbatasan Lebanon dan wilayah sekitarnya memang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir. Insiden pembunuhan diplomat ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran dan Israel, yang selama ini kerap terlibat dalam perang proksi dan saling serang di berbagai front.

Baca Juga  Timnas Indonesia Hadapi Tantangan Lima Negara Arab di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dunia internasional kini menyoroti perkembangan di kawasan tersebut, khawatir jika insiden ini akan menjadi pemicu pecahnya konflik terbuka yang lebih besar. Sejumlah negara menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa dari kalangan sipil maupun diplomatik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *