KITAINDONESIASATU.COM – Dunia dibuat terguncang oleh pengakuan terbaru dari Iran. Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, mengungkap bahwa lebih dari 1.000 murid dan guru menjadi korban, sementara 600 sekolah hancur atau rusak akibat serangan yang disebut berasal dari Amerika Serikat dan Israel.
Dalam forum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Araghchi membeberkan bahwa fasilitas pendidikan di seluruh Iran ikut terdampak parah. Sekolah-sekolah yang seharusnya jadi tempat belajar justru berubah menjadi puing-puing.
Serangan gabungan yang dimulai sejak 28 Februari lalu disebut menghantam berbagai wilayah penting, termasuk ibu kota Teheran. Infrastruktur luluh lantak, korban jiwa berjatuhan, dan yang paling menyayat, anak-anak serta tenaga pendidik ikut jadi korban.
Iran tak tinggal diam. Serangan balasan langsung dilancarkan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah, memicu eskalasi konflik yang makin membara.
Meski Washington dan Tel Aviv berdalih serangan ini untuk meredam ancaman nuklir Iran, pihak Teheran menilai ada agenda tersembunyi: upaya menggulingkan kekuasaan.
Situasi makin dramatis setelah kabar mengejutkan muncul—Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan, bersamaan dengan hancurnya sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan akibat bom.
Hingga kini, pemerintah Iran mengklaim jumlah korban tewas telah menembus angka 1.300 jiwa. (Sumber: Sputnik)
