KITAINDONESIASATU.COM – Di tengah badai krisis energi dunia yang makin menggila, pemerintah Indonesia memastikan bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak naik. Keputusan krusial ini ditegaskan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto bahwa rakyat tidak boleh jadi korban gejolak global. Pemerintah bahkan diminta memutar otak mencari jalan keluar agar lonjakan harga minyak dunia tidak langsung menghantam kantong masyarakat.
Meski harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga menembus US$119 per barel, harga BBM subsidi di dalam negeri masih bertahan: Pertalite: Rp10.000/liter dan Solar subsidi: Rp6.800/liter.
Keputusan ini jadi tameng di tengah situasi global yang memanas, terutama akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran yang memicu krisis di jalur vital energi dunia, Selat Hormuz.
Meski begitu, ancaman besar justru mengintai dari sisi anggaran negara. Beban subsidi diprediksi membengkak dan bisa menekan APBN jika konflik berkepanjangan. Pemerintah pun disebut siap mengutak-atik strategi fiskal, mulai dari penggunaan cadangan hingga pemangkasan belanja non-prioritas.
Di saat negara lain mulai goyah—seperti Filipina yang bahkan menetapkan status darurat energi—Indonesia justru tampil dengan langkah berani menjaga stabilitas dalam negeri.
Kendati demikian, masyarakat diminta tetap bijak menggunakan energi dan tidak melakukan penimbunan. (*)
