KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang arus mudik Lebaran mulai meledak. Ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) diserbu puluhan ribu kendaraan hanya dalam hitungan jam pada H-3 Lebaran, Rabu (18/3). Lonjakan drastis ini menjadi sinyal puncak kepadatan mulai tak terbendung.
Pihak Astra Tol Cipali mengungkapkan, sejak pukul 00.00 hingga 09.00 WIB, sebanyak sekitar 47 ribu kendaraan telah melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dan sekitarnya. Angka ini melonjak tajam hingga 97 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Rata-rata, lebih dari 5.300 kendaraan melintas setiap jamnya, membuat kondisi lalu lintas makin padat dan rawan tersendat. Situasi ini pun memicu kekhawatiran akan potensi kemacetan panjang jika tidak diantisipasi dengan baik.
Pengelola tol langsung mengeluarkan peringatan agar pengendara dilarang berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Langkah ini penting untuk mencegah perlambatan hingga risiko kecelakaan di tengah padatnya arus mudik.
Pemudik juga diimbau memanfaatkan rest area secara bijak. Jika penuh, mereka disarankan keluar tol dan beristirahat di area terdekat tanpa perlu khawatir tarif membengkak, karena sistem transaksi tertutup memastikan biaya tetap sama.
Tak hanya itu, waktu istirahat di rest area pun dibatasi maksimal 30 menit agar semua pengguna jalan mendapat kesempatan bergantian.
Sementara itu, rekayasa lalu lintas one way tahap I resmi diberlakukan sejak Selasa sore (17/3). Skema ini diterapkan mulai KM 72 hingga KM 188 Tol Cipali sebagai bagian dari pengaturan besar dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 263 Tol Pejagan–Pemalang.
Langkah ini diambil sebagai upaya darurat untuk mengurai lonjakan volume kendaraan yang terus membludak dan berpotensi memicu kemacetan parah di jalur utama mudik. (*)
