Berita UtamaKuliner

Kopi dan Kurma Menjadi Nafas Setiap Rumah di Arab Saudi Saat bulan Ramadhan

×

Kopi dan Kurma Menjadi Nafas Setiap Rumah di Arab Saudi Saat bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
kopi dan kurma
Ilustrasi kopi dan buang kurma menjadi menu setiap rumah saat puasa di Arab Saudi. foto: ottencoffee.co.id/

KITAINDONESIASATU.COM – Kopi dan kurma ternyata menjadi perpaduan nyata dari keramahan bulan Ramadhan di rumah-rumah di Arab Saudi, keduanya telah menjadi simbul dan identitas, keimanan serta budaya bulan puasa.

“Kami biasanya membeli biji kopi Harari pirang dalam jumlah besar, cengkeh, kapulaga, dan safron, khusus untuk Ramadhan,” ujar seorang warga bernama Jawahir Al-Juhani, yang berbasis di Madinah.

Mengutip Arab News Jawahir mengatakan jika dirinya menyiapkan kopi sebelum iftar atau kegiatan berbuka puasa dan dilanjutkan lagi setelah melaksanakan salat Tarawih.

“Saya suka membeli cangkir yang mencerminkan semangat Ramadan. Saya meletakkannya di atas nampan di samping dallah emas tradisional yang menjaga kopi tetap panas. Di sampingnya, saya meletakkan piring berisi kurma yang tertutup,” katanya.

Meskipun Al-Juhani mengatakan bahwa ia lebih menyukai kurma musiman sepanjang tahun, selama Ramadan ia memilih kurma sagai atau kurma premium.

Urutan penyajian makanan mengikuti ritme yang umum di banyak rumah di Arab Saudi, yakni kurma dan kopi disajikan saat matahari terbenam, salat Maghrib, hidangan gurih.

Kemudian kopi putaran kedua setelah salat Tarawih kembali dilakukan, seringkali disertai dengan kue-kue buatan sendiri yang disiapkan oleh anggota keluarga mereka.

Menurut Al Harbi, Nabi Muhammad SAW biasa berbuka puasa dengan kurma segar, atau jika tidak tersedia, dengan kurma kering, kebiasaan ini terus membentuk hidangan Ramadan hingga saat ini.

Di Qassim, salah satu wilayah penghasil kurma terkemuka di Arab Saudi permintaan mulai meningkat jauh sebelum hilal terlihat, aktivitas pasar biasanya meningkat pesat mulai pertengahan bulan Sya’ban, mencapai puncaknya selama 10 hari pertama Ramadan.

Bashar Al-Kuriea, CEO Zadna Dates Co mengatakan bahwa konsumsi dan keragaman produk meningkat secara signifikan sekitar waktu tersebut.

“Tradisi ini menyumbang hampir 60 persen dari keputusan pembelian,” katanya, seraya mencatat bahwa preferensi bervariasi di berbagai wilayah Kerajaan.

Varietas yang paling dicari selama Ramadan meliputi khalas, sukkari, ajwa, helwa, dan sufri, dari semua itu, khalas dan sukkari secara konsisten menyumbang pangsa penjualan terbesar.

Al-Kuriea menambahkan, kurma Ajwa, khususnya, memiliki makna religius, terutama di kota-kota suci Mekah dan Madinah, dan sering kali menjadi buah favorit oleh para peziarah.

Musim juga berperan, ketika periode panen bertepatan dengan Ramadan, permintaan akan rutab segar dan varietas lainnya yang tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama meningkat.

Perbedaan iklim antara musim dingin dan musim panas, serta warisan daerah dan tradisi keluarga, semakin memengaruhi pilihan konsumen, varietas seperti wannaan dan halwat Hail sangat populer di daerah-daerah tertentu.

Al-Kuriea mengatakan bahwa meskipun varietas tradisional mendominasi pasar, tren baru sedang muncul, dan pedagang yang berbasis di Riyadh, Ahmed Al-Mutairi, mendukung hal itu dengan mengatakan, jika kemasan premium dan kurma isi semakin populer, terutama untuk hadiah Ramadan.

Terlepas dari perubahan perilaku konsumen dan perluasan saluran distribusi, ritual inti tetap tidak berubah, dengan kopi yang dituangkan dari dallah yang dipoles, dan kurma yang disajikan pertama kali saat matahari terbenam.

Di rumah-rumah warga Saudi, keramahan selama Ramadan bukan hanya soal makanan, ini tentang keberlanjutan, iman, dan melestarikan tradisi yang menghubungkan antar generasi. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *