KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mulai memanas. Pada hari pertama arus mudik, sebanyak 75 ribu kendaraan tercatat melintasi Tol Jakarta–Cikampek, menandai lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakapolri Dedi Prasetyo mengungkapkan jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan hari pertama arus mudik tahun 2025 yang berada di angka sekitar 66 ribu kendaraan.
Menurut Dedi, lonjakan kendaraan sudah terlihat sejak awal arus mudik, terutama hingga titik KM 57. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau lancar dan terkendali.
“Secara umum masih cukup lancar meskipun sudah ada peningkatan arus kendaraan,” ujarnya saat memantau langsung situasi di rest area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek.
Sebelumnya, Dedi juga melakukan pemantauan arus kendaraan keluar Jakarta melalui udara dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Dari hasil pantauan tersebut, arus lalu lintas pada hari kedua operasi pengamanan Lebaran masih berjalan sangat lancar meski jumlah kendaraan terus bertambah.
Selain memantau arus kendaraan, ia juga mengecek kesiapan sistem teknologi pemantauan lalu lintas di pusat kendali Command Center KM 29 di kawasan Cikarang, Bekasi.
Dari hasil pemantauan tersebut, sejumlah ruas tol utama mulai dari jalur menuju Cikampek, Cirebon, perbatasan Jawa Tengah di Tol Kalikangkung hingga jalur keluar Jawa Timur di Ngawi dilaporkan masih dalam kondisi lancar.
Tak hanya itu, jalur tol menuju Merak juga dilaporkan masih cukup lengang. Bahkan untuk mengantisipasi kepadatan, kendaraan berat dengan sumbu tiga telah dialihkan keluar tol menuju jalur arteri di kawasan Cilegon.
Dalam pengamanan mudik tahun ini, Polri menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi besar tersebut melibatkan sedikitnya 161.243 personel gabungan.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, aparat juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari pos keamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis.
Selain pengamanan jalur mudik, aparat juga fokus menjaga lebih dari 185 ribu objek penting, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api hingga bandara di seluruh Indonesia. (*)



