KITAINDONESIASATU.COM – Kekuatan laut Iran menghadapi ujian berat di tengah eskalasi perang laut Iran AS. Meski CENTCOM mengklaim telah menghancurkan lebih dari 30 kapal Iran, Teheran masih menyimpan strategi untuk mempertahankan tekanan di Selat Hormuz.
Operasi “Epic Fury” yang dimulai 28 Februari 2026 memang melumpuhkan banyak aset konvensional Iran. Namun, taktik perang asimetris Iran Selat Hormuz tetap menjadi variabel kritis yang diperhitungkan.
Mekanisme “Kekuatan Ganda” Iran
Militer Iran beroperasi dengan struktur unik: Angkatan Laut Reguler (IRIN/Artesh) dan Korps Pengawal Revolusi (IRGCN) yang independen.
IRIN mengoperasikan kapal tradisional seperti fregat kelas Alvand dan kapal selam kelas Kilo. Sementara IRGCN fokus pada taktik perang asimetris Iran Selat Hormuz dengan ribuan speedboat dan kendaraan tak berawak (USV).
Kerugian Signifikan di Awal Konflik
Laporan CENTCOM per 5 Maret 2026 mencatat lebih dari 30 kapal Iran dinetralisir, termasuk kapal induk drone IRIS Shahid Bahman Bagheri dan kapal pangkalan IRIS Makran.
Kerugian ini memaksa Iran mengandalkan taktik perang asimetris Iran Selat Hormuz untuk mempertahankan relevansi strategis di kawasan.
