KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan geopolitik di Asia Barat mencapai titik baru. Amerika Serikat mengonfirmasi penerjunan pesawat komando udara strategis E-6B Mercury ke kawasan Teluk Persia, di tengah konflik terbuka dengan Iran
Pesawat yang dijuluki “Doomsday Plane” ini bukan aset sembarangan. Ia dirancang sebagai pusat komando bergerak yang mampu mempertahankan kendali atas arsenal nuklir AS dalam skenario terburuk.
Peran Strategis E-6B Mercury
Dalam doktrin militer AS, E-6B Mercury menjalankan misi TACAMO (Take Charge And Move Out). Fungsinya: menjaga jalur komunikasi terenkripsi dengan armada kapal selam pembawa rudal balistik nuklir
Dengan antena sepanjang 1,5 kilometer yang dapat diturunkan saat terbang, pesawat ini memastikan perintah peluncuran dapat disampaikan bahkan jika infrastruktur darat lumpuh akibat serangan EMP.
Selain itu, E-6B memiliki kapabilitas untuk menginisiasi peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) dari jarak jauh, menjadikannya elemen kritis dalam deterensi strategis AS.



