News

Konflik Iran–Israel-AS Memanas, Pramono Anung Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga

×

Konflik Iran–Israel-AS Memanas, Pramono Anung Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga

Sebarkan artikel ini
PRAMONO3
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap perekonomian Indonesia, termasuk Ibu Kota Jakarta.

Dalam sambutannya saat acara buka puasa bersama di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (9/3), Pramono menegaskan bahwa perang yang berlangsung lama akan mengguncang rantai pasok global.

“Kalau konflik ini berkepanjangan, dampaknya pasti besar. Rantai pasok dunia akan berubah secara signifikan,” ujar Pramono.

Baca Juga  Resmi Naik, Tiket Masuk Museum Nasional Indonesia Kini Rp50 Ribu

Menurutnya, gangguan pada jalur distribusi global berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang dan jasa, sekaligus memberi tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menambah beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pramono juga menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang mulai terasa di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia, khususnya Jakarta, harus bersiap menghadapi kemungkinan dampak ekonomi dari ketegangan geopolitik tersebut.

“Situasi seperti ini membutuhkan kekompakan. Gotong royong, kebersamaan, dan saling percaya menjadi kunci agar kita sebagai bangsa besar mampu menghadapi tantangan global,” kata Pramono.

Baca Juga  Ditemukan Gantung Diri di Pohon, Kematian Dosen UNM Makassar Masih Misterius

Sebagai langkah antisipasi, ia telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bersiap menghadapi potensi krisis akibat gangguan pasokan global.

Pramono menegaskan pentingnya perencanaan sejak dini, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan sejumlah komoditas penting di pasar.

Ia juga menyoroti peran strategis Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui lebih dari 30 persen distribusi minyak dunia. Jika jalur tersebut terganggu atau bahkan ditutup akibat konflik, maka rantai pasok global akan terganggu dan biaya distribusi barang otomatis meningkat.

Baca Juga  Tak Berizin dan Merusak Lingkungan, TPA Ilegal di Bogor Disetop Paksa

Dampaknya, harga berbagai kebutuhan di dalam negeri, termasuk Jakarta, berpotensi melonjak.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah stabilisasi pasar, salah satunya dengan mendatangkan impor sapi dari Australia untuk menjaga pasokan dan menahan lonjakan harga daging di Ibu Kota.

“Langkah ini kita lakukan agar harga daging tetap stabil. Alhamdulillah sampai sekarang masih terkendali,” ujar Pramono. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *