KITAINDONESIASATU.COM – Kekacauan transportasi terjadi di sejumlah jalur bus ibu kota pada Senin (9/3) pagi. PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta terpaksa mengalihkan beberapa rute utama setelah banjir dan kerusakan infrastruktur mengganggu jalur busway di sejumlah titik.
Tiga rute yang terdampak langsung adalah 2A (Pulogadung–Rawa Buaya), 3 (Kalideres–Monas), dan 3F (Kalideres–GBK). Pengalihan rute dilakukan karena genangan air serta separator atau pembatas jalur busway yang berserakan sehingga membahayakan operasional armada.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa pada rute 2A sebenarnya genangan air mulai surut. Namun bus masih belum bisa berhenti di sejumlah halte karena banyaknya separator yang berantakan di jalur busway.
“Untuk rute 3 (Kalideres–Monas) juga dilakukan pengalihan akibat kendala infrastruktur di jalur busway,” ujarnya.
Gangguan serupa juga memaksa pengalihan rute 3F (Kalideres–GBK). Dampaknya, beberapa halte untuk sementara tidak melayani penumpang dari dua arah, yakni Halte Taman Kota, Halte Jembatan Gantung, Halte Pulo Nangka, dan Halte Jembatan Baru.
Masalah tidak berhenti di situ. Rute 3E (Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan) bahkan harus diperpendek hanya sampai Jembatan Baru setelah banjir setinggi sekitar 50 sentimeter merendam kawasan Simpang Kembangan menuju Sentraland.
Situasi lebih parah dialami layanan Mikrotrans JAK 50 (Kalideres–Puri Kembangan) yang terpaksa dihentikan sementara. Genangan air dilaporkan muncul di sejumlah ruas vital, mulai dari Jalan Raya Kresek, Jalan Palapa, lampu merah Simpang Puri Kembangan, Pasar Laris hingga Jalan Bojong Raya.
Pihak Transjakarta memastikan tim di lapangan masih bekerja keras untuk membersihkan jalur dan mempercepat normalisasi layanan. Penumpang pun diimbau tetap waspada serta rutin memperbarui informasi rute sebelum berangkat agar tidak terjebak gangguan perjalanan. (*)




