KITAINDONESIASATU.COM – Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki hari kedelapan dengan skala kehancuran yang semakin mengkhawatirkan pada Sabtu (7/3/2026). Laporan terbaru mencatat jumlah korban tewas telah menembus angka 1.332 jiwa, mencakup personel militer hingga warga sipil yang terjebak di zona tempur.
Ketegangan ini mencapai titik nadir setelah pasukan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menggempur lebih dari 3.000 target strategis di penjuru Iran.
Serangan udara masif tersebut tidak hanya melumpuhkan instalasi militer, tetapi juga mulai berdampak pada negara-negara tetangga. Beberapa rudal dilaporkan menghantam wilayah negara Teluk, memicu kepanikan diplomatik global dan ancaman perluasan perang regional secara terbuka.
Dilansir dari Al Jazeera, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) menyatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target di Iran serta menghancurkan 43 kapal perang milik Iran sejak operasi militer dimulai Bandara-bandara internasional di kawasan tersebut, termasuk Bandara Mehrabad di Teheran, mengalami kerusakan parah akibat hantaman proyektil dan kebakaran hebat.
Dampak dari perang ini mulai memicu guncangan ekonomi dunia. Harga minyak mentah melonjak tajam akibat ancaman penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi pasokan energi global.
Komunitas internasional kini mendesak adanya gencatan senjata segera guna mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam, mengingat fasilitas medis di wilayah konflik mulai kewalahan menangani ribuan korban luka. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi dari pihak-pihak yang bertikai.(*)


