Bisnis

Konflik Timur Tengah Memanas, Stok BBM RI Diklaim Tetap Aman

×

Konflik Timur Tengah Memanas, Stok BBM RI Diklaim Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
SPBU
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan Iran memanas, publik khawatir harga BBM melonjak. Namun pemerintah memastikan tak tinggal diam. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan kesiapan penuh menghadapi potensi guncangan pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) nasional akibat konflik geopolitik.

Berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3), Purbaya menyebut stok energi dan skenario fiskal sudah dihitung matang. Ia bahkan membeberkan batas kritisnya: gangguan serius baru akan terjadi jika suplai benar-benar terhenti total hingga sekitar 20 hari.

“Kalau 20 hari tidak ada suplai sama sekali baru berantakan. Tapi biasanya tidak seperti itu. Kita pasti bisa dapat suplai, hanya saja mungkin harganya sedikit lebih tinggi,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah mensimulasikan lonjakan harga minyak mentah. Saat ini harga global mendekati 80 dolar AS per barel. Menurut hitungan Kementerian Keuangan, bahkan jika harga melonjak hingga 92 dolar AS per barel, anggaran negara masih sanggup menahannya.

“Sampai 92 dolar pun masih bisa kita kendalikan. Jadi enggak ada masalah,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengingatkan bahwa asumsi harga minyak dalam APBN 2026 dipatok di angka 70 dolar AS per barel. Kini, harga sudah bergerak di kisaran 78–80 dolar AS per barel—artinya telah melampaui asumsi makro negara.

Sebagai negara pengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, lonjakan harga jelas berpotensi membebani APBN lewat pembengkakan subsidi energi. Namun di sisi lain, Indonesia juga menikmati tambahan penerimaan dari kenaikan harga minyak dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *