KITAINDONESIASATU.COM – Dunia internasional kembali dikejutkan dengan kabar terbaru dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan turut menjadi korban dalam rangkaian serangan udara masif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.
Laporan ini muncul di tengah kekacauan pasca-operasi militer “Epic Fury” yang sebelumnya telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ahmadinejad, yang dikenal sebagai sosok vokal dan kontroversial selama masa jabatannya (2005-2013), dikabarkan berada di lokasi yang terkena dampak serangan presisi tersebut.
Meski laporan keterlibatannya sebagai korban telah tersiar luas, rincian mengenai kondisi medis atau status pastinya masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh pihak otoritas di Teheran. Kabar ini semakin memperkeruh suasana politik di Iran yang sedang berduka sekaligus membara karena keinginan untuk membalas dendam.
Jika kabar ini dikonfirmasi secara resmi, gugurnya Ahmadinejad akan menjadi kehilangan simbolis besar kedua bagi Iran dalam waktu kurang dari 48 jam, yang berpotensi memicu eskalasi militer yang jauh lebih radikal di kawasan tersebut.(*)


