KITAINDONESIASATU.COM – Sholat tarawih bulan Ramadhan di masjid Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar selalu dipadati para jemaah.
Ratusan jamaah memadati area masjid hingga halaman untuk mengikuti salat tarawih berjamaah di masjid tersebut, yang berasal dari warga sekitar dan luar daerah.
Yang unik dari sholat tarawih di masji ini adalah dikenal singkat padat dan cepat, bacaan sholat di baca secara cepat sehingga tarawih 23 rakaat terasa cepat.
Bagaimana tidak sholat trawih dengan 20 rakaat dan 3 witir itu selesai dalam waktu 10 hingga 13 menit saja.
Namun jangan heran tradisi ini ternyata sudah ada sejak 1907 dan kini memasuki usia 119 tahun meski zaman terus berubah pelaksanaan sholat trawih di masjid ini tidak berubah dan tetap dilaksanakan setiap bulan Ramadhan.
Para jamaah di masjid juga terus bertambah jika saat ini sebagaian jamaah harus menggelar di halaman masjid lantara kapasitas ruangan masjid tidak mencukupi.
Dilansir dari rri.co.id pondok pengasuh KH Muhammad Dliya’uddin Azzamzami atau Gus Dliya menjelaskan tradisi ini bermula dari inisiatif pendidi pondok Mbah Abdul Ghofur.
Pada masa itu mayoritas jamaah adalah berprofesi sebagai petani dan pekerja memiliki waktu yang terbatas dan sebian masi mualaf.
Agar jemaah tetap semangat beribadah sholat trawih dilaksanakan dengan tempo cepat tanpa mengurangi jumlah rukun dan sunah, bahkan bacaan alfatehah dan surat tetap dibaca lengka dengan tempo cepat.
Semua rukun dan sunah sholat tidak ada yang ditinggalkan akan tetapi temponya cepat sehingga mempersingkat durasi, rata-rata sholat tarawih yang digelar berlangsung 13 hinga 15 menit.
Sehingga imam yang memimpin sholat pun dibutuhkan stamina yang prima, kebanyakan yang memimpin imamnya masih mudah hingga bisa melakukan dengan cepat.
Romadhoni (31) salah satu jemaah mengaku setiap bulan Ramadhan memilih tarawih di tempat tersebut.
Ia memilih tarawih ke masjid ini lantaran suasananya yang kompak dan cepat dan banyak jemaah membuat lebih bersemangat. **

