KITAINDONESIASATU.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menuai kritik tajam dari para orang tua murid pada Selasa (24/2). Kekecewaan ini muncul setelah paket makanan yang diterima siswa dinilai jauh dari standar kecukupan gizi yang diharapkan untuk menunjang tumbuh kembang anak.
Berdasarkan laporan sejumlah wali murid kepada kitaindonesiasatu.com, menu yang dibagikan hari ini hanya berisi lima butir telur puyuh, porsi kecil kacang polong, selembar roti kecil, dan satu buah jeruk berukuran kecil.
Komposisi ini dianggap tidak memenuhi unsur karbohidrat dan protein hewani yang mengenyangkan bagi siswa sekolah dasar yang beraktivitas penuh hingga siang hari dan siap-siap untuk buka puasa. Menu MBG ini ditemukan di sejumlah SDN kawasan Jelambar dan Wijayakusuma.
“Kami sangat kecewa. Telur puyuh lima butir tentu tidak sebanding dengan kebutuhan protein anak, apalagi nasinya diganti roti yang tipis. Jeruknya pun sangat kecil,” ujar salah satu wali murid, Ny. Ati. Para orang tua khawatir jika kualitas menu seperti ini terus berlanjut, tujuan utama program untuk menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar tidak akan tercapai.
Kondisi ini memicu desakan agar pihak penyedia jasa boga dan instansi terkait termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi ketat terhadap standar porsi dan variasi menu.
Wali murid berharap pemerintah lebih transparan dalam pengawasan anggaran agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar tersaji dalam bentuk hidangan yang layak dan bergizi di meja makan siswa. “Harusnya tambah satu lagi, misalnya susu kemasan,” ujar Ati. (*)
