KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan global kembali memanas. Iran secara terbuka melayangkan peringatan keras melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): setiap serangan militer akan dibalas tegas dan proporsional, dan Amerika Serikat disebut harus siap menanggung seluruh konsekuensinya.
Pernyataan itu disampaikan perwakilan tetap Iran untuk PBB lewat surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, Teheran menegaskan mereka tidak ingin perang, namun siap bertindak jika diserang.
Iran menekankan, bahwa negara itu tidak pernah berniat memulai konflik. Tetapi bila agresi militer terjadi, Iran menyatakan akan menggunakan hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
Peringatan yang lebih tajam juga disampaikan, seluruh pangkalan dan fasilitas militer musuh di kawasan berpotensi menjadi target balasan. Iran bahkan menegaskan Washington akan memikul tanggung jawab langsung atas dampak yang bisa meluas dan sulit dikendalikan.
Surat itu juga menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump di media sosial pada 18 Februari yang dianggap sebagai ancaman penggunaan kekuatan militer, termasuk kemungkinan pemanfaatan fasilitas militer di Diego Garcia dan pangkalan RAF Fairford di Inggris.
Iran pun mendesak PBB segera turun tangan sebelum situasi memburuk. Teheran menyebut ancaman tersebut sebagai risiko nyata konflik militer yang bisa mengguncang stabilitas kawasan dan mengancam perdamaian dunia.
Meski nada peringatannya keras, Iran tetap menegaskan komitmen pada jalur diplomasi. Misi Iran di PBB menyatakan masih mendukung prinsip Piagam PBB dan mengaku tetap beritikad baik dalam perundingan nuklir dengan pemerintah Amerika Serikat. (Sumber: Anadolu)


