KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan politik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan mantan Presiden Jokowi kembali memanas. Kali ini, elite partai berlambang banteng moncong putih tersebut melontarkan kritik tajam terkait sikap Jokowi dalam polemik Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).
Dalam pernyataan terbarunya, Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy menilai langkah-langkah yang diambil Jokowi belakangan ini hanyalah upaya untuk “cari perhatian” publik dan “cuci tangan” atas pelemahan lembaga antirasuah tersebut.
Pihak PDIP menyoroti inkonsistensi sikap Jokowi dalam proses legislasi yang telah memicu kontroversi luas di masyarakat. Menurut Ronny, Jokowi seolah-olah ingin melepaskan tanggung jawab dari dampak negatif revisi tersebut, sementara prosesnya tidak mungkin berjalan tanpa persetujuan pihak eksekutif.
Kritikan ini mencerminkan keretakan hubungan yang semakin dalam antara Jokowi dan partai yang pernah menjadi penyokong utamanya, terutama dalam isu-isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Kritik “cuci tangan” ini merujuk pada pernyataan-pernyataan publik Jokowi yang terkesan ingin memposisikan diri di sisi masyarakat, padahal secara administratif pemerintah telah memberikan lampu hijau pada poin-poin krusial revisi.
Di sisi lain, istilah “cari perhatian” dikaitkan dengan upaya membangun citra positif di penghujung masa jabatan di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap independensi KPK pasca-perubahan regulasi tersebut.(*)


