KITAINDONESIASATU.COM – Gunung Semeru kembali mengamuk. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Lumajang–Malang, Jawa Timur, tercatat meletus lima kali dalam satu hari pada Jumat (13/2). Tak hanya itu, aktivitasnya juga disertai tiga kali luncuran awan panas guguran (APG) yang melesat hingga 2,5–3 kilometer dari kawah, memicu kewaspadaan tinggi warga di sekitarnya.
Letusan pertama terjadi pukul 07.42 WIB. Kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter membumbung dari puncak, berwarna kelabu pekat dan mengarah ke utara hingga timur laut. Aktivitasnya terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm selama 133 detik — tanda tekanan magma yang masih sangat kuat.
Belum reda, erupsi kedua kembali terjadi pukul 10.56 WIB. Tinggi kolom letusan sama-sama mencapai 1.000 meter dengan sebaran abu tebal ke arah utara dan timur laut. Kali ini letusan disertai awan panas guguran yang meluncur hingga 3 kilometer menuju Besuk Kobokan.
Sekitar tengah hari pukul 12.46 WIB, Semeru kembali memuntahkan abu. Kolom abu tebal kembali menjulang 1.000 meter ke udara, dengan rekaman amplitudo 15 mm selama hampir tiga menit.
Drama belum berakhir. Erupsi keempat pukul 14.22 WIB bahkan memicu awan panas lagi yang meluncur sejauh 2,5 kilometer ke arah tenggara. Kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak. Hanya sembilan menit berselang, pukul 14.31 WIB, letusan kelima terjadi dengan kolom abu 500 meter dan kembali diikuti luncuran awan panas menuju Besuk Kobokan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menegaskan aktivitas vulkanik masih tinggi dan status gunung tetap Siaga (Level III).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung mengeluarkan peringatan keras. Warga dilarang total beraktivitas dalam radius 13 km di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter karena potensi perluasan awan panas dan lahar bisa mencapai 17 km dari puncak.
Tak hanya itu, area dalam radius 5 km dari kawah juga sangat berbahaya karena ancaman lontaran batu pijar. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap awan panas, guguran lava, hingga banjir lahar di aliran sungai yang berhulu di Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. (*)
