Berita UtamaNews

Gempa M 6,4 Guncang DIY Porak-porandakan Rumah dan Tempat Ibadah, Tujuh Warga Bantul Terluka

×

Gempa M 6,4 Guncang DIY Porak-porandakan Rumah dan Tempat Ibadah, Tujuh Warga Bantul Terluka

Sebarkan artikel ini
FotoJet 35
Ilustrasi gempa.

KITAINDONESIASATU.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah selatan Jawa pada Jumat (6/2) dini hari menimbulkan dampak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat sedikitnya empat bangunan mengalami kerusakan, sementara tujuh warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Komandan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, menyampaikan bahwa hingga pembaruan data pukul 03.45 WIB, laporan kerusakan telah masuk dari empat titik berbeda.

“Update sementara yang kami terima ada empat lokasi terdampak kerusakan,” ujar Aka.

Baca Juga  Lokasi Layanan SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan

Gempa yang terjadi pada pukul 01.06 WIB itu berpusat di 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Getarannya dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Bantul hingga menyebabkan tiga rumah warga dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan.

Kerusakan dilaporkan tersebar di empat kapanewon, masing-masing di Imogiri, Jetis, Pundong, dan Kasihan. Selain kerusakan bangunan, gempa juga mengakibatkan tujuh orang mengalami luka dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Para korban luka dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, yakni tiga orang ke RS PKU Muhammadiyah Bantul, tiga orang ke RSUD Panembahan Senopati, serta satu korban lainnya ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga  Ramai Postingan Peringatan Darurat Indonesia, Aksi Perlawanan Akibat Pengesahan Revisi UU Pilkada

BPBD Bantul bersama berbagai unsur terkait langsung bergerak cepat merespons kejadian tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen lapangan, pemantauan kondisi pasang surut air laut, penanganan medis, hingga monitoring potensi gempa susulan.

Sejumlah elemen turut dikerahkan dalam penanganan darurat, mulai dari PMI Bantul, PSC 119, Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Wilayah 3, tenaga medis rumah sakit, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kelurahan, hingga partisipasi aktif masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *