Berita Utama

Hari Kedua Retret Wartawan PWI Diawali Senam Pagi

×

Hari Kedua Retret Wartawan PWI Diawali Senam Pagi

Sebarkan artikel ini
pwiretret
Retret Bela Negara PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok Kemhan)

KITAINDONESIASATU.COM-Memasuki hari kedua pelaksanaan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), para peserta tampak penuh semangat mengawali rangkaian kegiatan dengan olahraga pagi bersama di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/01/2026).

Suasana pagi yang sejuk menambah antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membangun kebugaran fisik sekaligus kebersamaan.

Usai olahraga pagi, kegiatan dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Dengan penuh antusias, para peserta mengikuti setiap aba-aba yang diberikan. Latihan ini tidak hanya bertujuan melatih ketepatan dan tanggung jawab, tetapi juga menanamkan nilai disiplin dan patriotisme. Melalui baris-berbaris, peserta dilatih untuk fokus, bekerja sama, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara sesama peserta.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penerimaan materi terkait Nilai Dasar Bela Negara dari Widyaiswara Puskom Belneg, di ruang Aula Bela Negara. Pembelajaran ini diberikan sebagai bekal agar para peserta mampu memahami serta menerapkan nilai-nilai bela negara dalam lingkungan kerja dan profesi masing-masing, khususnya dalam menjalankan tugas jurnalistik yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

Melalui kegiatan retret yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan ini, diharapkan para peserta PWI tidak hanya memperoleh penguatan fisik dan mental, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang semakin kokoh. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan yang ditanamkan selama retret diharapkan dapat menjadi landasan dalam menjalankan peran strategis pers sebagai pilar demokrasi yang profesional dan berintegritas.

Lawan AI

Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) Komdigi Nezar Patria menyampaikan soal Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Nezar mengatakan tantangan kerja jurnalis saat ini adalah AI yang semua platform berlomba lomba punya kecerdasan buatan. “Tantangan kerja wartawan kedepan soal AI ini tidak main-main apalagi AI terus berpacu kontennya, walau palsu tapi sangat disukai netizen,” ujar Nezar.

Padahal dari berbagai penelitian termasuk Reuters, ternyata AI akan mengkiamatkan media mainstream. “Fakta penelitian oleh reuters ternyata hanya 38 persen Pemred percaya diri di tengah bombardir kecanggihan platform kecerdasan buatan, dan banyak Pemred ternyata tidak percaya propek media mainstream lagi,” ujar Nezar yang mantan Pemred Jakarta Post itu.

Padahal, kata Nezar tak semua AI bisa menyajikan kebutuhan, pers mainstreams harus tertantang dengan sesuatu yang tidak dimiliki AI. “Hadapi AI dengan berita on the ground atau on the spot, karena metode ini AI belum bisa menyajikan ini,” ujar Nezar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *