KITAINDONESIASATU.COM – Banjir kembali melumpuhkan kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis (29/1) pagi. Air merendam permukiman warga hingga mencapai 135 sentimeter, memaksa aktivitas lumpuh dan warga bertahan di lantai atas rumah masing-masing.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengungkapkan bahwa hingga pukul 08.30 WIB, ketinggian air terus mengalami peningkatan.
“Pagi ini air sudah mencapai 135 sentimeter dan masih berpotensi naik,” ujarnya.
Menurut Sanusi, banjir mulai meninggi sejak pukul 05.00 WIB, seiring hujan yang turun deras dan berlangsung lama. Kondisi diperparah dengan status Siaga 3 penampungan air, yang membuat debit sungai terus bertambah.
“Kalau hujan terus dan durasinya panjang, banjir bisa makin tinggi,” katanya.
Bahkan sejak Rabu (28/1) malam, air sudah menggenangi permukiman warga dengan ketinggian hampir satu meter.
“Dari semalam sudah tinggi, pagi ini tembus 135 sentimeter dan belum surut,” lanjut Sanusi.
Meski banjir terbilang parah, hingga kini belum ada warga yang mengungsi. Mayoritas warga memilih bertahan di lantai dua rumah sambil menunggu air surut.
“Belum ada pengungsian, warga masih bertahan,” tegasnya.
Banjir di kawasan yang dikenal sebagai langganan genangan ini membuat aktivitas warga nyaris terhenti. Warga kini hanya bisa memantau perkembangan air sambil berharap hujan segera reda.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta melaporkan 17 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan yang meluas.
“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati dan terus memantau kondisi sekitar,” ujarnya.
Yohan menjelaskan, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya, yang menyebabkan kenaikan debit air Bendung Katulampa hingga status Waspada atau Siaga 3.
Kondisi ini memicu meluapnya Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan, hingga air masuk ke permukiman warga. (*)


