KITAINDONESIASATU.COM – Peristiwa mengejutkan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Gedung RA Koesnoen, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Seorang warga binaan pria berinisial SAK (38) ditemukan meninggal dunia dan diduga mengakhiri hidupnya di area tangga lantai 3 rutan tersebut, Kamis (22/1).
Kabar duka ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan dugaan kuat bunuh diri.
“Benar, seorang warga binaan laki-laki berinisial SAK ditemukan meninggal dunia, diduga bunuh diri dengan cara gantung diri,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1).
Peristiwa tragis itu diketahui terjadi sekitar pukul 18.02 WIB. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya bekas ikatan di leher korban serta barang bukti berupa kain yang dililit menyerupai tali.
Budi menambahkan, jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dan penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Timur.
Berdasarkan laporan kepolisian, rangkaian kejadian bermula saat lonceng steril dibunyikan sekitar pukul 16.30 WIB sebagai tanda seluruh warga binaan harus kembali ke blok masing-masing. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, alarm kembali berbunyi dari Lantai 1A Blok Ahmad Arief setelah diketahui SAK tidak berada di dalam selnya.
Kondisi itu memicu penyisiran besar-besaran yang dilakukan oleh petugas rutan dengan bantuan sejumlah warga binaan. Hingga akhirnya, sekitar pukul 18.02 WIB, seorang warga binaan berinisial D menemukan SAK dalam kondisi tergantung di pintu teralis besi area tangga lantai 3 Gedung RA Koesnoen.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak rutan dan diteruskan ke Polres Metro Jakarta Timur. Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 20.10 WIB, disusul dengan proses penurunan jenazah.
Sekitar pukul 20.50 WIB, jenazah SAK dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi dan pemeriksaan lanjutan guna mengungkap secara pasti penyebab kematiannya. (*)


