KITAINDONESIASATU.COM – Jika durian umumnya hidup di udara dingin seperti ketinggian di atas ketinggian 400 Mdpl namun kenyataannya tidak demikian yang terjadi.
Salah satunya di wilayah Kabupaten Blitar telah tumbuh subur tanaman durian yang hidup diketinggian di bawah 400 Mdpl seiring lahirnya wisata agro termasuk keberadaan Republik Durian Farm di Desa Ngaglik, Srengat, Kabupaten Blitar yang berada di tenggian kurang dari 200 Mdpl.
Tak hanya di Republik Durian Farm saja, namun sejumlah tempat banyak ditemui berbagai jenis pohon durian yang memiliki cita rasa unik dan khas dari alam Blitar yang kontur tanahnya banyak ditimbun debu Gunung Kelud.
Kondisi tanah memang menjadi penentu dari sebuah tanaman seperti keberadaan tanaman durian di Blitar dengan letusan Gunung Kelud menyebabkan tanaman durian di sana memiliki karakteristik unik.
Salah satunya jenis Durian Badugol yang merupakan varitas paling banyak diminati konsumen bukan hanya dari Jawa Timur tapi konsumen nasional datang berwisata ke Blitar.
Varietas durian Badugol memiliki keunikan rasa dan warna durian dengan citarasa yang pahit dan manis legit menjadi cirikhas rasa yang dominan dari daging Durian Badugol.
Sehingga tak heran varietas Durian Badugol ini mampu memenangi kontes durian tingkat nasional karena keunikan cita rasa dari jenis durian yang hidup di dataran rendah yang memiliki sejarah adanya guyuran abu vulkanik dari Gunung Kelud.
Durian Badugol sendiri kini menjadi varietas durian unggulan dari Blitar, Jawa Timur, yang akronimnya berarti Blitar Asli Durian Gogolatar, di ambil dari nama sebuah Dusun Gogolatar, Desa Kaweron, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar menjadi tempat keberadaan durian lokal Blitar.
Durian ini terkenal karena bijinya gepeng (kempes) sehingga menghasilkan daging buah tebal, manis legit, tekstur lembut, warna kuning cerah, dan rasa seimbang antara manis dan sedikit pahit, menjadikannya juara festival durian dan varietas unggul nasional.
Dusun Gogolatar Blitar sendiri merupakan lokasi yang terkenal dengan durian berkualitas tinggi, khususnya durian lokal varietas unggulan seperti Badugol, yang tumbuh subur karena tanah vulkanik bekas letusan Gunung Kelud.
Daerah ini menjadi bagian penting dari potensi durian di Kabupaten Blitar yang terkenal dengan aroma dan rasanya yang khas yang pernah dinobatkan sebagai raja dunia yang memanfaatkan kesuburan tanah bekas letusan Gunung Kelud.
Di Desa Gogolatar memiliki durian lokal seperti Dugol singkatan dari Durian Gogolatar Blitar, merupakan durual lokal Blitar dari Gogolatar terkenal dengan kualitas dan rasa yang istimewa.
Durian Dugol tumbuh di lereng Gunung Kelud dengan karakteristik tanah lempung berpasir menjadi faktor penting yang membuat durian lokal Blitar memiliki cita rasa khas dan menjadi kualitas terbaik hingga dinobatkan menjadi Raja Durian dalam kontes nasional di Malang 1 Maret 2010 di Malang lalu.
Petensi besar wilayah Blitar perlu menjadi perhatian dari pemerintah dan warga setempat, meskipun produksi durian dari daerah ini belum mampu memenuhi permintaan pasar yang terus bergerak naik.
Tidak ada pasti berapa banyak produksi durian Badugol dari Blitar ini, namun hingga tahun 2025 jumlah pohon durian di kawasan Blitar mencapai sebanyak 78.000 pohon.
Sementara potensi produksi durian lokal termasuk durian Badugol diperkirakan jumlahnya mencapai 81.000 kwintal dalam sekali panen berdasar data umum yang diperoleh. **


