Berita UtamaNews

Sopir Angkot Gelar Aksi di Balai Kota, Protes Rencana Pemusnahan

×

Sopir Angkot Gelar Aksi di Balai Kota, Protes Rencana Pemusnahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260122 WA0034
Sopir angkot menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemusnahan angkutan berusia di atas 20 tahun di Balai Kota Bogor. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Rencana Pemerintah Kota Bogor untuk memusnahkan angkutan perkotaan (angkot) yang telah berusia lebih dari 20 tahun menuai penolakan keras dari para sopir. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memicu persoalan sosial baru dan mengancam mata pencaharian ribuan keluarga yang selama ini bergantung pada sektor angkutan umum. Penolakan itu diwujudkan melalui aksi unjuk rasa ratusan sopir angkot di Balai Kota Bogor, Kamis 22 Januari 2026.

Sejak pagi hari, kawasan Balai Kota dipadati angkot yang dibawa langsung oleh para sopir. Spanduk dan poster bernada protes dibentangkan sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang mereka anggap tidak berpihak pada nasib sopir kecil.

Dalam orasinya, salah satu sopir angkot menyampaikan kegelisahan sekaligus permohonan kepada Pemerintah Kota Bogor agar mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa selama ini para sopir telah berupaya mematuhi berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah.

“Kami mohon sebesar-besarnya. Hari ini kami menyatakan bahwa selama ini kami sudah mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah. Kami ini sudah susah,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Menurutnya, para sopir angkot tidak hanya sekadar mencari keuntungan, melainkan berjuang mempertahankan kehidupan. Ia menyebutkan, berbagai kebijakan sebelumnya telah mereka jalani, termasuk pengaturan jalur dan program reduksi angkot yang berdampak langsung pada pendapatan.

“Kami ikut program reduksi, soal jalur kami ikuti. Jadi apalagi yang harus kami ikuti? Kami sudah capek. Yang punya angkot capek. Ini angkot mau dibawa ke mana? AD/RT-nya bagaimana, visi misinya mau ke mana?” katanya.

Ia menilai, rencana reduksi hingga pemusnahan angkot justru berpotensi memperparah persoalan ketenagakerjaan di Kota Bogor. Pasalnya, satu unit angkot tidak hanya menghidupi satu orang, melainkan bisa menopang kehidupan hingga enam orang anggota keluarga.

“Kalau direduksi, bisa banyak pengangguran. Satu mobil itu bukan cuma satu orang,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, para sopir juga menuntut adanya kejelasan sikap dan keputusan dari Pemerintah Kota Bogor. Mereka meminta agar aspirasi sopir angkot didengar dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum kebijakan tersebut dijalankan.

Bahkan, massa aksi menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum mendapatkan kepastian dari pemerintah daerah. Mereka mengaku lelah melakukan aksi berulang tanpa adanya hasil konkret.

“Mulai hari ini, tanggal 22, sebelum ada keputusan, kami tidak akan pulang. Kami capek bolak-balik tapi tidak ada hasil,” tandasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *