Berita UtamaNews

Pongkor Heboh! Tambang Emas dan Galena Ilegal Jadi Sumber Hidup Warga

×

Pongkor Heboh! Tambang Emas dan Galena Ilegal Jadi Sumber Hidup Warga

Sebarkan artikel ini
PONGKOR
Dok. kawasan tambang emas Pongkor, Bogor

KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi keberadaan tambang emas dan galena ilegal di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Aktivitas ilegal di Pongkor itu memang ada. Ada yang menambang emas, ada juga galena,” ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Jeffri Huwae, Selasa (20/1).

Ia menambahkan, tambang-tambang liar ini sudah beroperasi lama dan pemerintah telah menindaklanjutinya dengan berkoordinasi dengan PT Antam Tbk, perusahaan yang mengelola tambang resmi di wilayah tersebut.

Namun, penertiban tambang ilegal di Pongkor dinilai sensitif, karena bagi sebagian masyarakat setempat, aktivitas ini menjadi sumber penghasilan utama untuk bertahan hidup.

“Ini hanya perlu ditertibkan saja, karena itu cara mereka hidup,” kata Jeffri.

Ia menegaskan, meski ilegal tetap melanggar hukum, pendekatan yang diterapkan tidak harus berupa pemidanaan keras. Sebaliknya, PT Antam diminta memberikan pembinaan kepada warga di sekitar wilayah tambang agar kegiatan ilegal bisa diminimalkan.

Pernyataan Jeffri muncul setelah adanya dugaan aktivitas penambangan tanpa izin yang menyusup ke Izin Usaha Pertambangan (IUP) Antam, serta insiden kecelakaan yang terjadi di tambang resmi Antam di Pongkor.

“Kita tidak boleh langsung menyalahkan tambang ilegal jika ada kecelakaan di tambang resmi,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Antam Tbk telah memperketat pengawasan keselamatan kerja dan keamanan area tambang pasca insiden asap di Pongkor. Tim gabungan bersama aparat berwenang berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa di lokasi kejadian. Evakuasi dilakukan dengan prosedur keselamatan yang ketat dan koordinasi lintas instansi, sambil mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *